Petugas Bagasi Kawal Perjalanan Koper, Dari Lambung Pesawat ke Tangan Jemaah

  • 06 Mei 2026 05:36 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Mekkah - Kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci selalu disambut dengan berbagai proses pelayanan yang terstruktur. Namun, di balik itu semua, terdapat satu peran penting yang kerap luput dari perhatian: pengawasan koper dan barang bawaan jemaah.

Setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Air, koper jemaah bukan sekadar barang bawaan biasa. Di dalamnya tersimpan pakaian, perlengkapan ibadah, obat-obatan pribadi, hingga kebutuhan harian yang akan mendukung aktivitas mereka selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Untuk memastikan seluruh barang tersebut tetap aman dan terpantau, petugas checker bagasi di Daerah Kerja Bandara bekerja tanpa henti sejak bagasi tiba. Mereka melakukan pemantauan menyeluruh, mulai dari proses penurunan, penghitungan, hingga koordinasi distribusi koper ke titik tujuan berikutnya.

Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menjelaskan tugas petugas checker bagasi tidak hanya sebatas menghitung jumlah koper, tetapi juga memastikan setiap barang bawaan jemaah tetap berada dalam alur pengawasan yang jelas.

“Petugas checker bagasi bekerja untuk memastikan setiap koper jemaah terpantau dengan baik. Karena bagi jemaah, koper itu sangat penting. Di dalamnya ada kebutuhan pribadi, perlengkapan ibadah, dan barang-barang yang mereka perlukan selama berada di Tanah Suci,” ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.

Ia menambahkan, kondisi koper selama perjalanan udara dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah beban berlebih yang membuat tekanan pada bagian koper meningkat, seperti resleting, roda, pegangan, hingga badan koper. Selain itu, proses pemindahan bagasi di berbagai titik, termasuk di dalam pesawat, juga berpotensi memengaruhi kondisi fisik koper saat tiba.

“Kondisi koper bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Di antaranya koper yang terlalu penuh, proses penempatan di bagasi pesawat, serta perpindahan dari satu titik ke titik lainnya. Karena itu, kami terus melakukan pemantauan agar bila ada kendala dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Meski pengawasan dilakukan secara ketat, kemungkinan kerusakan tetap bisa terjadi. Untuk itu, jemaah yang mengalami kendala pada kopernya diimbau untuk segera melapor melalui jalur resmi, yakni kepada Ketua Kloter masing-masing.

Selanjutnya, laporan tersebut akan diteruskan kepada petugas haji di daerah kerja sesuai lokasi jemaah, baik di Makkah maupun Madinah. Jalur pelaporan ini dinilai penting agar setiap aduan tercatat dengan baik dan dapat ditangani secara tertib sesuai prosedur.

“Laporan melalui Ketua Kloter penting agar datanya jelas, jemaahnya jelas, dan bisa diteruskan kepada petugas yang menangani di wilayah masing-masing,” tambah Abdul Basir.

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas bandara, peran petugas checker bagasi memang tidak selalu terlihat. Namun, mereka menjadi bagian penting dari sistem pelayanan yang memastikan kenyamanan jemaah sejak pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Dengan ketelitian dan koordinasi yang terjaga, para petugas ini bekerja di balik layar demi satu tujuan: memberikan rasa tenang kepada jemaah agar dapat fokus menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....