Peran Vital Koordinasi Lintas Negara di Balik Lancarnya Distribusi Bagasi Checke

  • 06 Mei 2026 05:00 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Mekkah - Bagi jemaah haji Indonesia yang baru tiba di Tanah Suci, koper menjadi salah satu hal yang paling dinanti setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Air. Sampainya koper ke tangan jemaah bukan sekadar proses logistik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan rasa tenang sebelum melanjutkan rangkaian ibadah.

Di balik kelancaran distribusi koper tersebut, terdapat peran para petugas haji yang bertugas sebagai Bagasi Checker di area baggage zone Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Mereka memastikan setiap koper jemaah terpantau dengan baik, terhitung secara akurat, serta masuk dalam alur distribusi hingga tiba di akomodasi jemaah.

Salah satu petugas haji tusi Bagasi Checker, Robby, Selasa 5 Mei 2026, mengatakan tugas pengawasan bagasi membutuhkan konsentrasi tinggi, terutama ketika jadwal kedatangan jemaah berlangsung padat.

“Tugas ini tidaklah ringan. Dalam situasi padat, ketika tiga hingga empat kloter tiba hampir bersamaan, petugas harus bekerja ekstra dengan tingkat konsentrasi tinggi. Area baggage zone bahkan dapat membuka dua gate sekaligus, sehingga pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh di dua titik berbeda dalam waktu bersamaan,” jelasnya.

Selain tantangan volume koper, kondisi lapangan juga menjadi faktor tersendiri. Cuaca Madinah yang berangin serta fasilitas tenda terbuka di area kerja menuntut ketahanan fisik para petugas. Meski demikian, koordinasi yang solid antarpetugas haji Indonesia, serta kerja sama dengan para carrier atau ummal dari berbagai negara, menjadi kunci kelancaran proses ini.

“Peran Bagasi Checker memang jarang terlihat oleh jemaah, namun sangat vital. Ketika koper sampai dengan baik, jemaah dapat beristirahat dengan tenang dan mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci,” terang Robby.

Suasana kerja di baggage zone pun terasa dinamis dan multinasional. Komunikasi lintas negara dilakukan menggunakan bahasa Inggris, sementara di sela aktivitas, para petugas tetap menjaga kebersamaan melalui salat berjamaah dan interaksi hangat antar sesama.

“Di sini kami berkoordinasi dengan carrier atau ummal dari berbagai negara. Jadi komunikasinya banyak menggunakan bahasa Inggris. Bisa dibilang, di sini kami bisa berkomunikasi dengan lancar dengan vibes mancanegara,” ungkap Robby.

Berkat kekompakan tim dan koordinasi yang baik, proses pengawasan dan distribusi bagasi jemaah hingga saat ini berjalan lancar dan terkendali. Meski berbagai kendala seperti padatnya kedatangan dan kondisi cuaca kerap muncul, semua dapat diatasi melalui kerja sama yang solid.

“Tim bagasi checker semuanya solid. Koordinasi berjalan baik, dan masing-masing sudah tahu apa yang harus dilakukan. Jadi ketika ada kendala di lapangan, bisa langsung dikomunikasikan dan diselesaikan.

“Alhamdulillah, sejauh ini semuanya lancar dan terkendali. Terlepas dari kendala-kendala yang ada, semuanya bisa teratasi dengan baik. Yang penting kami tetap fokus, saling koordinasi, dan menjaga alur bagasi jemaah,” tuturnya.

Di tengah terpaan angin Madinah dan padatnya arus kedatangan, para petugas tetap berdiri di garis pelayanan. Dari balik deretan koper yang terus bergerak, tersimpan dedikasi, ketelitian, dan semangat pelayanan demi memastikan jemaah haji Indonesia memulai ibadah dengan aman dan nyaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....