Petugas Haji Diberangkatkan ke Makkah, Menhaj Tekankan Integritas dan Empat
- 24 Apr 2026 05:30 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, melepas sebanyak 200 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah gelombang II di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis 23 April 2026. Pelepasan ini menjadi bagian dari upaya penguatan layanan haji Indonesia, khususnya di Makkah sebagai pusat puncak pelaksanaan ibadah haji.
Dalam arahannya, Menhaj menegaskan penugasan di Makkah merupakan amanah besar karena berkaitan langsung dengan fase krusial ibadah haji. Para petugas diminta memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik selama berada di Tanah Suci.
“Tugas ini bukan sekadar administratif dan teknis, tetapi juga tugas kemanusiaan sekaligus tugas negara. Kesalahan sekecil apa pun dapat dipersepsikan sebagai kesalahan negara, sementara keberhasilan saudara adalah keberhasilan negara,” ujar Moch. Irfan Yusuf.
Ia menekankan bahwa petugas haji harus hadir dengan semangat melayani, bukan untuk dilayani. Menurutnya, tugas sebagai petugas haji bukanlah pekerjaan yang ringan, melainkan membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat, terlebih di Makkah yang menjadi titik puncak pelaksanaan ibadah haji.
“Beratnya tugas di Makkah menuntut kestabilan fisik dan mental. Jaga ritme kerja, bekerja secara tim, dan bangun koordinasi yang matang,” pesannya.
Selain itu, Menhaj juga mengingatkan pentingnya etika pelayanan sebagai kunci utama dalam menjalankan tugas di lapangan. Petugas diminta mengedepankan sikap sabar, santun, serta penuh empati dalam melayani jemaah yang memiliki latar belakang beragam.
“Utamakan pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Semua wajib dilayani sebaik-baiknya. Ukur keberhasilan dari seberapa banyak jemaah yang terlindungi dan terlayani dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dan memahami tugas secara menyeluruh agar pelayanan dapat berjalan optimal.
“Gunakan hati untuk mengukur apakah pelayanan kita sudah baik atau belum. Bekerjalah dengan niat ibadah, hati yang bersih, dan mencerminkan keteladanan,” lanjutnya.
Menutup arahannya, Menhaj mengajak seluruh petugas untuk turut mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa kuat serta para pemimpin mampu menjalankan amanah demi kesejahteraan masyarakat. Pelepasan petugas ini diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan haji Indonesia di Tanah Suci, sehingga seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk, khususnya saat memasuki puncak ibadah di Makkah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....