PPIH Pastikan Layanan Siap, Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah 22 April

  • 21 Apr 2026 17:33 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Arab Saudi - Persiapan penyambutan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh layanan telah siap menjelang kedatangan kelompok terbang (kloter) pertama yang dijadwalkan mendarat di Madinah pada 22 April 2026.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, menyampaikan kesiapan layanan mencakup seluruh aspek utama, mulai dari akomodasi, konsumsi hingga transportasi. Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan bandara guna memastikan proses kedatangan serta pergerakan jemaah berjalan lancar.

Menurutnya, Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) tahun ini kembali menggunakan skema fast track, sehingga proses keimigrasian di bandara dapat berlangsung lebih cepat. Kloter pertama dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz pada pukul 06.50 Waktu Arab Saudi (WAS).

“Dengan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat. Penyambutan resmi akan dilaksanakan saat jemaah tiba di hotel di Madinah,” ujarnya di Kantor Daker Madinah, Minggu 19 April 2026.

Ia menambahkan, Duta Besar RI untuk Arab Saudi bersama Konsul Jenderal RI direncanakan turut hadir dalam penyambutan perdana tersebut. Lebih lanjut, Budi menjelaskan pengaturan pergerakan jemaah dari bandara menuju bus dilakukan dengan perhatian khusus melalui kerja sama dengan pihak syarikah. Langkah ini bertujuan memastikan alur pergerakan jemaah berjalan tertib dan terorganisir sejak awal kedatangan.

“Pergerakan jemaah diatur berdasarkan regu dan rombongan agar sejak dari bandara hingga pembagian kamar hotel tetap dalam satu kelompok. Ini penting untuk menjaga ketertiban,” jelasnya.

Untuk penanganan bagasi, layanan khusus juga telah disiapkan agar barang bawaan jemaah dapat tiba dengan aman di hotel masing-masing.

Selama berada di Madinah, jemaah akan menjalani ibadah Arbain selama 8 hingga 9 hari. Kementerian Haji dan Umrah juga menjamin layanan konsumsi dengan total maksimal 27 kali makan selama masa tinggal tersebut.

“Setelah itu, jemaah akan diberangkatkan ke Makkah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....