Panduan Sholat Tahyatul Masjid di Masjidil Haram

  • 01 Feb 2026 07:13 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Mekah : Pembekalan ibadah menjadi bagian penting dalam perjalanan umroh, terutama ketika jemaah berada langsung di Masjidil Haram. Salah satu momen edukatif terjadi saat seorang jemaah perempuan menanyakan tentang shalat tahyatul masjid. 

Pertanyaan tersebut dijelaskan langsung oleh Tour Leader Arminareka Bengkalis, Nuryasni Yazid, saat memberikan pembekalan ibadah kepada jemaah di Makkah. Dijelaskannya shalat tahyatul masjid adalah shalat sunnah dua rakaat yang dianjurkan bagi setiap Muslim ketika memasuki masjid, sebagai bentuk penghormatan kepada rumah Allah.

“Saat masuk masjid, dianjurkan tidak langsung duduk. Selama tidak ada uzur syar’i, kita melaksanakan shalat tahyatul masjid dua rakaat,” jelas Nuryasni di hadapan jemaah, Senin 2 Februari 2026.

Ia menerangkan ketentuan shalat tahyatul masjid berlaku sama bagi laki-laki dan perempuan, selama dalam keadaan suci.

Khusus di Masjidil Haram, Nuryasni menambahkan shalat tahyatul masjid memiliki kekhususan. Menurut sebagian ulama, shalat tahyatul masjid dapat tergantikan dengan shalat wajib, shalat sunnah thawaf, atau shalat sunnah lainnya yang dikerjakan saat pertama kali masuk masjid.

Menjawab pertanyaan lanjutan jemaah, Nuryasni juga menegaskan adab penting saat masuk masjid dan imam sudah memulai shalat berjamaah, sementara jamaah belum melaksanakan shalat tahyatul masjid.

“Kalau sudah terdengar iqamah atau imam sudah shalat berjemaah, maka jangan mendahulukan shalat tahyatul masjid. Ikuti imam terlebih dahulu,” tegasnya.

Menurutnya, shalat berjemaah lebih utama daripada shalat sunnah. Setelah shalat berjamaah selesai, barulah jemaah boleh melaksanakan shalat sunnah, termasuk shalat tahyatul masjid, jika masih memungkinkan.

Terkait waktu pelaksanaan, shalat tahyatul masjid dilakukan dua rakaat tanpa bacaan khusus, dengan membaca surat pendek setelah Al-Fatihah. Shalat ini dapat dikerjakan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang dimakruhkan untuk shalat sunnah, kecuali ada sebab yang dibenarkan oleh syariat.

Ia juga mengingatkan jemaah agar selalu menjaga adab di Masjidil Haram, seperti tidak berdesakan, menjaga ketenangan, serta mengikuti arahan pembimbing demi kenyamanan dan kekhusyukan bersama.

Pembekalan singkat tersebut memberi ketenangan bagi jemaah, khususnya jemaah perempuan yang ingin memastikan ibadahnya sesuai tuntunan.

“Ilmu itu menenangkan. Kalau kita paham tata cara ibadah, insyaAllah hati jadi lebih yakin dan khusyuk,” tutur Nuryasni Yazid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....