Panduan Praktis Budidaya Ikan Cupang

  • 28 Sep 2026 21:36 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Ikan cupang merupakan salah satu ikan hias yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kegiatan budidaya. Penelitian Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan ikan cupang dapat dipijahkan dalam lingkungan terkontrol.

Dikutip dari website KKP, langkah pertama adalah memilih induk jantan dan betina yang sehat serta aktif. Induk yang dipilih sebaiknya memiliki kondisi fisik baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Wadah pemijahan kemudian disiapkan dengan air yang bersih dan telah diendapkan. Penelitian KKP menggunakan perbandingan satu induk jantan dan satu induk betina dalam proses pemijahan.

Induk jantan yang siap memijah biasanya membuat sarang busa untuk tempat meletakkan telur. Setelah pemijahan selesai, induk betina perlu dipisahkan agar tidak memakan telur yang dihasilkan.

Telur kemudian dijaga oleh induk jantan hingga menetas menjadi larva. Pada penelitian KKP, telur cupang dapat menetas sekitar 36 jam setelah pembuahan, tergantung jenis dan kondisi pemeliharaan.

Setelah menetas, larva membutuhkan pakan yang sesuai dengan perkembangan tubuhnya. Pakan alami seperti rotifer, nauplii Artemia, dan Moina dapat diberikan pada tahap perkembangan berbeda.

Kualitas air dan kondisi lingkungan juga perlu diperhatikan selama pemeliharaan larva. Pengelolaan pakan dan lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan serta kelangsungan hidup larva ikan cupang.

Dengan pemilihan induk, persiapan wadah, pemberian pakan, dan perawatan air yang tepat, budidaya cupang dapat dilakukan secara bertahap. Kegiatan tersebut juga dapat dikembangkan menjadi usaha ikan hias dengan pengelolaan pemeliharaan yang konsisten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....