Lebih 1.000 Vespa Ramaikan Gebyar Scooter Lancang Kuning di Bengkalis
- 10 Jul 2026 17:05 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Pulau Bengkalis akan menjadi lautan Vespa pada Sabtu hingga Minggu, 11–12 Juli 2026. Lebih dari 1.000 pemilik scooter atau Vespa dari berbagai daerah dipastikan hadir dalam Gebyar Scooter Lancang Kuning (GSLK) XVI Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Pasir Andam Dewi, Bengkalis.
Ketua Panitia GSLK XVI, Zulfan, mengatakan kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi terbesar bagi komunitas Vespa di Provinsi Riau. Selain diikuti peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Riau, sejumlah komunitas dari Sumatera Barat, Jambi, Medan, Lampung hingga Malaysia juga dipastikan turut memeriahkan acara tersebut.

"Insya Allah lebih dari 1.000 skuter dan Vespa akan hadir di Bengkalis. Tidak hanya dari Riau, tetapi juga dari Sumatera Barat, Jambi, Medan, Lampung hingga sahabat-sahabat pecinta skuter dari Malaysia. Ini menjadi momentum besar untuk mempererat persaudaraan sesama pencinta Vespa," ujar Zulfan.
Menurutnya, penyelenggaraan GSLK XVI di Bengkalis bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis, sehingga seluruh komunitas Vespa di Kabupaten Bengkalis sepakat menyesuaikan jadwal pelaksanaan kegiatan pada Juli 2026 sebagai bentuk dukungan dalam memeriahkan hari jadi daerah.
"Kami sengaja menyesuaikan waktu pelaksanaan dengan Hari Jadi Bengkalis ke-514. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena Bengkalis dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus ikut memeriahkan perayaan hari jadi daerah," katanya.

Zulfan menjelaskan, Gebyar Scooter Lancang Kuning merupakan agenda bergilir komunitas Vespa se-Riau yang telah memasuki penyelenggaraan ke-16. Kesempatan menjadi tuan rumah berlangsung secara bergantian dan membutuhkan waktu cukup panjang hingga kembali ke daerah yang sama.
Ia menambahkan, di tingkat nasional maupun regional, komunitas Vespa juga memiliki agenda besar lainnya, seperti Vespa World Days yang pernah digelar di Bali pada 2023 serta kegiatan kumpul bareng skuter se-Sumatera.
"Kalau untuk Provinsi Riau, kegiatan silaturahmi ini dikenal dengan nama Gebyar Scooter Lancang Kuning. Ini menjadi agenda kebersamaan yang selalu dinantikan komunitas Vespa setiap tahunnya," jelasnya.
Lebih lanjut, Zulfan mengungkapkan pelaksanaan kegiatan sepenuhnya didukung secara swadaya tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Alhamdulillah kami mendapat dukungan penuh dari Bupati Bengkalis, Bengkalis Event Organizer (BEO), para sponsor dan para donatur. Kegiatan ini murni swadaya, tidak menggunakan dana APBD. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan acara ini," ungkapnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi, panitia juga menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari memperkenalkan budaya Bengkalis hingga kegiatan sosial yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Tujuan kami bukan hanya mempertemukan komunitas skuter, tetapi juga memperkenalkan budaya Bengkalis dan menghadirkan kegiatan sosial sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas," tambah Zulfan.
Menurutnya, antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi karena untuk pertama kalinya GSLK digelar di Pulau Bengkalis dengan panorama pantai sebagai daya tarik utama.
Selama dua hari pelaksanaan, panitia juga akan menggelar hiburan yang dipadukan dengan Car Free Night (CFN) sehingga masyarakat dapat menikmati suasana akhir pekan di kawasan Lapangan Pasir Andam Dewi.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Bengkalis untuk hadir, menyaksikan sekaligus mendukung Gebyar Scooter Lancang Kuning XVI. Insya Allah suasananya akan berbeda karena dipadukan dengan keindahan pantai dan berbagai hiburan," ajaknya.
Zulfan menambahkan, seluruh peserta akan menanggung sendiri biaya perjalanan, penginapan maupun konsumsi. Sebagian peserta bahkan diperkirakan memilih berkemah di sekitar lokasi kegiatan dengan membawa tenda masing-masing.
Sementara itu, Ketua Bengkalis Event Organizer (BEO), Muhammad Rahim atau yang akrab disapa Adek, mengatakan pihaknya menyiapkan konsep acara yang mengusung keindahan pesisir Bengkalis sebagai daya tarik utama.
"Kami ingin menghadirkan konsep seperti event-event besar di Yogyakarta, namun dengan ciri khas Bengkalis yang memiliki panorama laut. Harapannya para peserta memiliki kesan mendalam selama berada di Bengkalis," ujarnya.
Selain memusatkan kegiatan di Lapangan Pasir Andam Dewi, BEO juga menyiapkan Car Free Night (CFN) yang akan diikuti sekitar 160 pelaku UMKM serta panggung hiburan untuk masyarakat.
"Kami menyiapkan layout acara sebaik mungkin agar masyarakat maupun tamu dari luar daerah merasa nyaman. Ke depan, konsep kegiatan ini akan terus kami kembangkan sehingga menjadi agenda wisata tahunan yang lebih besar bagi Bengkalis," tutup Adek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....