Kisah Setsuko Film Animasi Studio Ghibli Menyentuh Hati

  • 29 Jul 2025 09:24 WIB
  •  Bengkalis

KBRN,Bengkalis: Studio Ghibli adalah rumah produksi animasi asal Jepang yang dikenal di seluruh dunia berkat karya-karyanya,seperti alur cerita, karakter, dan nilai-nilai seni tersendiri. Didirikan oleh Hayao Miyazaki dan Isao Takahata, studio ini telah menghasilkan banyak film yang tidak hanya digemari anak-anak, tapi juga disukai oleh remaja dan orang dewasa.

Salah satu film yang wajib ditonton dari studio Ghibli adalah film yang berjudul Grave of the Fireflies, yang mana film ini mengisahkan seorang kakak dan adiknya bernama Setsuko yang mengalami akhir menyedihkan.

Mengutip dari laman Nasional Geographic Indonesia Film ini menceritakan kisah pilu dua bersaudara yang harus bertahan hidup sendirian di tengah kehancuran akibat perang. Film ini dianggap sebagai salah satu film animasi perang terbaik sepanjang masa, sekaligus menjadi bukti bahwa Ghibli mampu menghadirkan cerita yang menyentuh hati dan penuh makna, tak hanya sekadar hiburan semata.

Film animasi dari studio Ghibli ini diambil dari kisah nyata pada perang dunia II,yang mana Akiyuki Nosaka, yang terinspirasi dari pengalamannya selama pemboman Kobe pada tahun 1945.

Dari kisah Setsuko dan kakaknya, banyak pengguna akun google dari penonton yang merasa terhanyut dalam emosi.

Salah satu ulasan dari pengguna akun Farha Herzegovina mengatakan setelah menonton film ini ia selalu terbayang dengan setsuko dan menangis ketika mengingat adegan mengingat batu, yang dianggap rice ball.Setsuko yang lucu dan ceria tapi harus mati karena kelaparan dan malnutrisi.Farha juga mengungkapkan sebagai seorang ibu ia sangat patah hati sekali dan teringat dengan anak-anak palestine yang di anggap memiliki nasib yang sama dengan setsuko.

“Dua hari setelah menonton filmnya saya masih selalu terbayang dengan setsuko dan menangis ketika mengingat adegan dia sudah mengigau batu, yg dianggap rice ball, dia begitu lucu dan ceria tapi harus mati karena kelaparan dan malnutrisi.Sebagai seorang ibu saya sangat patah hati sekali, dan berdoa semoga anak saya dilindungi dari terjadi nya perang. Saya juga langsung teringat dengan anak-anak di gaza palestine, pastinya ada yg bernasib sama seperti Setsuko. Saya merasa sangat sayang dengan setsuko dan anak-anak di gaza Palestine.”ucapnya di situs Grave of the Fireflies(1988)

Selain itu pengguna akun google lainnya bernama Lucas juga ikut terhanyut saat menonton film dari studio Ghibli tersebut yang mengatakan awalnya ia tidak tertarik karena tahun produksinya yang jadul,Namun setelah memutuskan untuk menontonnya ia terkejut,karna kualitas cerita yang sangat dalam dengan unsur kisah sedihnya dan ikut merasakan perjuangan si tokoh.

“Awalnya Film ini saya remehkan karena tahun produksinya yang sudah jadul serta grafik yang tidak terlalu bagus.Namun setelah memutuskan untuk menonton saya terkejut, kualitas cerita yang mendalam dengan unsur kisah sedih yang sangat bagus serasa ikut merasakan perjuangan si tokoh. sangat recomended sekali, true hidden gem”tulis Lucas di ulasan Grave of the Fireflies(1988)

Tidak sampai disitu akun bernama Ina Nuri juga turut menyampaikan curahan hatinya setelah menonton film animasi ini yang membuat air matanya mengalir.

“Sepanjang film saya hanya menangis dan terus menangis.Gambaran “Setsuko” dan “seita” membuat saya memikirkan kembali keadaan anak-anak di Palestina. Tuhan, tolong hentikan perang dimana pun berada. Hapus semua derita setiap anak di dunia ini, berikan mereka kebahagiaan dan masa kanak-kanak yg indah,” ucap Nuri

Mengutip dari Wikipedia Film animasi Grave of the Fireflies adalah sebuah film tragedi perang animasi Jepang yang dirilis tahun 1988, yang berdasarkan pada cerpen semi autobiografi bernama sama tahun 1967 karya Akiyuki Nosaka.Film tersebut ditulis dan disutradarai oleh Isao Takahata dan dianimasikan oleh Studio Ghibli

Meskipun Grave of the Fireflies mungkin tidak sehangat dan penuh keajaiban seperti Ponyo, film ini jelas merupakan pengalaman yang tak terlupakan dengan pesan yang kuat yang terus bergema 37 tahun setelah perilisannya.

Film ini juga berfungsi sebagai pengingat yang menyentuh tentang warisan yang diciptakan oleh pendiri Studio Ghibli yang kurang dikenal.Isao Takahata, dan film-film indah ia sutradarai yang mungkin belum diketahui banyak orang.

Untuk anda yang belum pernah nonton film ini dan menyukai film animasi dengan penuh emosi,sekarang sudah tersedia di Netflix

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....