Dari Keraguan, Rajwa Antar Sang Merah Putih dengan Bangga

  • 17 Agt 2026 21:12 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Derap langkah kaki terdengar serempak dari kejauhan. Satu per satu anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Bengkalis melangkah tegap menuju tiang bendera.

Sore itu, Senin, 17 Agustus 2026, tugas terakhir mereka dalam upacara penurunan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pun dimulai.

Di antara barisan tersebut, ada sosok pelajar berusia 16 tahun, Rajwa Nailatul Izzah, siswi MAN 1 Bengkalis. Dengan penuh percaya diri, Rajwa membawa baki menuju tiang bendera untuk mengambil Sang Merah Putih yang sejak pagi berkibar gagah di langit Bengkalis.

Senyum bangga keluarga Rajwa Nailatul Izzah usai putri sulung mereka menuntaskan tugas sebagai Paskibra Bengkalis pada upacara penurunan bendera HUT ke-81 RI (Foto : RRI/TSM)

Bendera kemudian ia serahkan kembali kepada pembina upacara yang saat itu dijabat Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso.

Bagi Rajwa yang bercita-cita menjadi polwan ataupun kuliah di bagian hukum, momen itu bukan sekadar menjalankan tugas. Ada rasa bangga, haru, sekaligus bahagia yang sulit digambarkan. Apalagi, menjadi anggota Paskibra merupakan pengalaman pertamanya.

“Senang bisa menjalankan tugas dan membanggakan keluarga. Kalau ada kesalahan, itu menjadi pelajaran untuk ke depannya,” ujar Rajwa yang pernah menggali pendidikan di SD Negeri 1 Bengkalis.

Senyum bangga keluarga Rajwa Nailatul Izzah usai putri sulung mereka menuntaskan tugas sebagai Paskibra Bengkalis pada upacara penurunan bendera HUT ke-81 RI (Foto : RRI/TSM)

Menariknya, sebelum mengikuti seleksi Paskibra, Rajwa sempat merasa ragu dan kurang percaya diri. Namun dukungan orang tua, pelatih, dan teman-temannya membuatnya semakin berani.

Selama menjalani pendidikan dan latihan sekitar 15 hari, Rajwa tidak hanya ditempa secara fisik. Mental, kedisiplinan dan keberanian juga menjadi bagian penting yang ia dapatkan.

“Kesannya luar biasa. Kami dilatih mental dan kedisiplinan agar menjadi manusia yang lebih baik dan disiplin,” kata Remaja yang pernah mengenyam pendidikan SMP di kota Pekanbaru.

Tim Paskibra Bengkalis menjalankan tugas dengan penuh disiplin dan kekompakan dalam upacara penurunan Sang Merah Putih pada HUT ke-81 Republik Indonesia (Foto : RRI/TSM)

Dari pengalaman itu pula, Rajwa semakin yakin menatap masa depan. Ia bercita-cita menjadi polisi, atau jika kesempatan itu belum terwujud, ia ingin melanjutkan pendidikan di bidang hukum.

Di balik keberhasilan Rajwa, ada dua sosok yang tak kalah bahagia. Muhammad Asrul dan Rika Sri Wahyuni, kedua orang tua Rajwa, tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan haru melihat putri sulung mereka menjalankan tugas.

Sang ibu yang punya anak 4 orang ini mengaku, mengikuti Paskibra merupakan kemauan Rajwa sendiri. Sebagai orang tua, ia hanya memberikan dorongan dan dukungan.

“Ini kebanggaan tersendiri bagi kami sekeluarga. Untuk cita-citanya, kami serahkan kepada Rajwa. Yang penting kami sebagai orang tua tetap mendukung,” ujar Rika yang di dampingi 3 anak lainnya yakni Muhammad rakan nuruddin dzaki, Raihana Azzahra dan Rizqia sanaya arka.

Sementara itu, sang ayah, Muhammad Asrul, melihat pengalaman ini sebagai awal yang sangat berarti bagi putrinya.

Rajwa menyerahkan sang merah putih yang sudah diturunkan pada HUT kemerdekaan ke 81 Republik Indonesia (Foto : RRI/TSM)

Menurutnya, Rajwa yang sehari-hari dikenal cukup manja justru menunjukkan perubahan besar selama mengikuti latihan.

Awalnya, Asrul mengaku sempat ragu. Namun hampir dua bulan sebelum pelaksanaan, Rajwa mulai menunjukkan semangat dan motivasi yang kuat, terlebih karena dukungan teman-teman dan para pelatih.

“Yang paling penting bagi saya, mereka mendapatkan mental, keberanian dan disiplin. Semoga apa yang didapat selama proses ini bisa bermanfaat untuk masa depan mereka,” katanya.

Sore itu, setelah Sang Merah Putih kembali ke tempatnya, Rajwa pun kembali kepada keluarganya. Pelukan hangat kedua orang tuanya menjadi penutup manis dari sebuah perjalanan yang awalnya dimulai dengan keraguan.

Kini, Rajwa tahu bahwa keberanian bukan berarti tidak pernah merasa takut. Keberanian adalah ketika seseorang tetap melangkah, meski sempat ragu.

Dan hari itu, di hadapan Merah Putih, langkah Rajwa bukan hanya membawa sebuah baki. Ia membawa kebanggaan untuk keluarga dan sebuah pengalaman yang akan menjadi bekal menuju masa depannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....