Usaha Sampingan Budidaya Kacang Panjang di Pekarangan Rumah Hasilkan Cuan
- 29 Jun 2026 15:47 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis– Pekarangan rumah yang biasanya hanya menjadi ruang terbuka dimanfaatkan secara produktif oleh Samsuri, warga Simpang Ayam, Kabupaten Bengkalis. Selama kurang lebih satu tahun terakhir, ia membudidayakan kacang panjang, pare, dan sesekali timun di halaman rumahnya sebagai usaha sampingan yang mampu membantu menambah penghasilan keluarga.
Di sela aktivitas sehari-hari, Samsuri rutin merawat tanaman yang tumbuh subur di pekarangan rumahnya. Baginya, memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi pilihan agar halaman rumah tidak dibiarkan kosong, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.
"Ini masih usaha sampingan, tetapi alhamdulillah hasilnya bisa membantu ekonomi keluarga," ujar Samsuri saat ditemui di kediamannya.
Menurut Samsuri, budidaya kacang panjang dipilih karena relatif mudah dirawat dan memiliki masa tanam yang cukup singkat. Sebelum menanam, ia mengolah tanah dengan membuat bedengan agar tanaman dapat tumbuh lebih baik. Media tanam kemudian diperkaya menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam yang dicampur dengan tanah bakau untuk menjaga kesuburan lahan.
Ia menjelaskan, benih kacang panjang tidak disemai menggunakan polybag, melainkan langsung ditanam di bedengan. Cara tersebut dipilih karena akar tanaman dapat tumbuh lebih leluasa tanpa mengalami gangguan saat dipindahkan.
"Kalau langsung ditanam di tanah, akarnya lebih kuat. Kalau dipindahkan dari polybag kadang pertumbuhannya kurang maksimal," katanya.
Perawatan tanaman dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan kondisi cuaca. Menurutnya, kacang panjang tergolong tanaman yang cukup tahan terhadap musim hujan maupun musim kemarau. Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan, terutama saat cuaca panas agar kelembapan tanah tetap terjaga.
Sekitar 17 hari setelah ditanam, tanaman mulai mengeluarkan bunga sebagai tanda memasuki masa produksi. Selanjutnya, panen dapat dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali. Dalam sekali panen, Samsuri mampu memperoleh sekitar 20 kilogram kacang panjang dengan kualitas yang siap dipasarkan.
Meski demikian, budidaya kacang panjang tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala yang sering dihadapi adalah serangan hama, terutama lalat buah. Untuk mengurangi gangguan tersebut, Samsuri memanfaatkan lampu sebagai perangkap sederhana pada malam hari sehingga serangan hama dapat diminimalkan.
Selain membudidayakan kacang panjang, ia juga menanam pare dan timun sebagai variasi tanaman. Menurutnya, keberagaman jenis tanaman membuat pekarangan tetap produktif sekaligus mengurangi risiko kerugian apabila salah satu komoditas mengalami penurunan hasil akibat cuaca maupun serangan hama.
Bagi Samsuri, pekarangan rumah bukan hanya berfungsi sebagai halaman, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan apabila dimanfaatkan dengan baik. Ia berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam berbagai jenis sayuran yang bernilai ekonomi.
"Kita tidak harus punya kebun yang luas. Pekarangan rumah pun bisa dimanfaatkan kalau dirawat dengan tekun. Yang penting mau mencoba dan sabar merawatnya," tuturnya.
Kisah Samsuri menjadi contoh bahwa lahan sederhana di sekitar rumah dapat memberikan manfaat yang besar apabila dikelola secara konsisten. Selain membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, hasil panen juga dapat dipasarkan sehingga menjadi tambahan pendapatan bagi keluarga. Pemanfaatan pekarangan rumah seperti yang dilakukan Samsuri diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk membangun kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pertanian skala rumah tangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....