Tangis Yatmi Iringi Sapi Peliharaannya untuk Kurban

  • 27 Mei 2026 22:01 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis — Air mata Yatmi tak terbendung saat sapi peliharaannya dibawa menuju lokasi penyembelihan kurban di Masjid Al Muslihun Tegal Sari, Kecamatan Bengkalis. Di tengah keramaian warga dan panitia, perempuan paruh baya itu beberapa kali mengusap matanya sambil menatap hewan yang selama ini dirawat penuh kasih sayang.

Sapi tersebut bukan sekadar ternak bagi Yatmi, selama bertahun-tahun ia memeliharanya sendiri di rumah. Setiap pagi sebelum bekerja, ia menyempatkan memberi makan dan membersihkan kandang. Sepulang beraktivitas, ia kembali mencari rumput untuk memastikan ternaknya tetap sehat hingga tumbuh besar.

Bagi istri ketua RW itu, sapi tersebut sudah seperti bagian dari keluarganya sendiri. Ia mengetahui kebiasaan hewan peliharaannya, bahkan sering mengajak berbicara saat memberi makan di kandang belakang rumahnya.

Namun di Hari Raya Iduladha tahun ini, Yatmi memilih mengikhlaskan sapi kesayangannya untuk dikurbankan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

“Saya sedih karena tiap hari rawat dia. Dari kecil sampai besar. Tapi ini untuk ibadah, mudah-mudahan Allah menerima kurban ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Rabu 27 Mei 2026.

Tangis Yatmi sempat membuat suasana di lokasi penyembelihan menjadi haru. Beberapa warga terlihat ikut menenangkan dirinya sebelum proses penyembelihan dilakukan panitia kurban.

Ketua Masjid Al Muslihun Tegal Sari, Sarni mengatakan kisah seperti Yatmi bukan hal baru di lingkungan mereka. Tahun ini, sebagian besar hewan kurban memang berasal dari hasil ternak peliharaan warga sendiri.

Mayoritas pekurban merupakan masyarakat dengan profesi sederhana seperti tukang bangunan, pedagang pasar, penjual lontong, pecal hingga pedagang sayur keliling. Mereka memelihara ternak bertahun-tahun demi dapat berkurban saat Iduladha tiba.

“Banyak warga yang memelihara hewan kurban sendiri bertahun-tahun demi bisa berkurban. Ada yang penghasilannya pas-pasan, tapi tetap menyisihkan rezeki untuk ibadah,” katanya.

Menurut Sarni, pengorbanan warga tersebut menjadi gambaran nyata makna Iduladha yang sesungguhnya. Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang keikhlasan melepas sesuatu yang dicintai demi menjalankan perintah Allah SWT.

Kisah Yatmi pun mengingatkan banyak orang pada keteladanan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah.

Di balik kehidupan sederhana masyarakat Tegal Sari, tersimpan ketulusan yang begitu dalam. Tangisan Yatmi hari itu bukan sekadar rasa sedih karena kehilangan hewan peliharaan, melainkan juga wujud cinta dan pengorbanan seorang hamba dalam menjalankan ibadah kepada Sang Pencipta.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....