Sani, Srikandi dari Bantan Timur yang Mengangkat Martabat Perempuan Suku Akit
- 21 Apr 2026 09:57 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Di tengah geliat pembangunan desa di Kabupaten Bengkalis, nama Ibu Sani dikenal sebagai sosok perempuan tangguh yang memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan masyarakat, khususnya perempuan di wilayah Bantan Timur Kabupaten Bengkalis, Riau.
Ibu Sani merupakan mantan Kepala Desa Bantan Timur periode 2018–2023 yang dikenal gigih dalam memperjuangkan kesejahteraan warganya, terutama kelompok masyarakat suku KAT (Komunitas Adat Terpencil) atau suku Akit yang masih membutuhkan perhatian lebih dalam aspek ekonomi dan sosial.
Dalam dialog interaktif RRI Bengkalis, Senin, 21 April 2026, Sani menceritakan sejak awal masa kepemimpinannya, dia fokus pada pemberdayaan masyarakat adat dengan mendorong berbagai program pelatihan keterampilan dan peningkatan ekonomi berbasis potensi lokal desa.
“Saya percaya bahwa perempuan di desa memiliki potensi besar. Jika diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat, mereka mampu berdiri mandiri dan bahkan membawa perubahan bagi ekonomi keluarga dan desanya," ungkapnya.
Salah satu langkah nyata yang ia dorong adalah pengembangan usaha pengolahan komoditas hasil alam seperti arang, kelapa, kopra, dan pinang yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Tidak hanya berhenti pada masa jabatannya, hingga saat ini Ibu Sani tetap aktif membina dan mendampingi kaum perempuan suku Akit agar mampu mandiri secara ekonomi melalui kegiatan produktif tersebut.
Program pemberdayaan yang ia jalankan perlahan mulai menunjukkan hasil positif, di mana banyak perempuan kini memiliki keterampilan baru dan berani terlibat dalam kegiatan ekonomi keluarga.
Produk-produk olahan hasil binaan masyarakat ini bahkan telah berhasil dipasarkan ke berbagai daerah, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau pasar luar daerah hingga internasional.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan berbasis komunitas dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya perempuan di wilayah pedesaan.
Semangat yang ditanamkan Ibu Sani juga menginspirasi banyak perempuan suku Akit untuk terus bekerja keras, tidak hanya sebagai pencari nafkah tambahan, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam ekonomi keluarga.
“Perjuangan ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang harga diri dan masa depan anak-anak kita. Saya ingin perempuan suku Akit bangga dengan hasil kerja mereka sendiri," tuturnya.
Dengan dedikasi dan perjuangan yang terus berlanjut, Ibu Sani menjadi simbol perubahan dan harapan baru bagi masyarakat Bantan Timur, terutama dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal dan pemberdayaan perempuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....