Melalui Kain Poleng, Pemandu Wisata Bali Kenalkan Filosofi Keseimbangan Hidup

  • 14 Apr 2026 06:47 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bali Di tengah ramainya kunjungan wisata ke Pulau Dewata, tak sedikit wisatawan yang terpikat pada kain kotak-kotak hitam putih yang kerap terlihat membalut pohon maupun patung di berbagai sudut Bali. Kain tersebut dikenal sebagai kain poleng, yang tidak hanya menjadi simbol visual, tetapi juga sarat makna kehidupan.

Bagi pemandu wisata Pulau Dewata, Bli Agung, kain poleng justru menjadi pintu masuk untuk mengenalkan filosofi hidup masyarakat Bali kepada wisatawan.

“Banyak wisatawan awalnya hanya melihat ini sebagai kain hias. Padahal, di balik motif hitam putih itu ada makna keseimbangan hidup,” ujarnya saat mendampingi turis di salah satu kawasan wisata.

Ia menjelaskan, warna hitam dan putih pada kain poleng melambangkan dua hal yang berlawanan, seperti baik dan buruk, terang dan gelap. Dalam ajaran Hindu Bali, konsep ini dikenal sebagai Rwa Bhineda, yaitu dua unsur berbeda yang harus berjalan berdampingan untuk menciptakan harmoni.

Melalui penjelasan sederhana, Bli Agung kerap mengaitkan filosofi tersebut dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, manusia tidak bisa hanya menginginkan hal baik tanpa memahami keberadaan hal sebaliknya. Keseimbangan itulah yang menjadi kunci kehidupan.

Tak hanya menjelaskan makna, ia juga mengajak wisatawan untuk lebih menghargai keberadaan kain poleng yang banyak digunakan pada objek-objek tertentu. Pohon besar atau patung yang dibalut kain ini biasanya dianggap memiliki nilai sakral oleh masyarakat setempat.

“Ini bukan sekadar dekorasi. Ada nilai spiritual yang dijaga. Jadi wisatawan juga diharapkan bisa menghormati,” katanya.

Selain itu, kain poleng juga memiliki fungsi sosial. Kain ini sering dikenakan oleh pecalang atau petugas keamanan adat saat mengamankan kegiatan keagamaan maupun adat di Bali.

Seiring perkembangan pariwisata, Bli Agung melihat pentingnya peran pemandu wisata dalam menjembatani pemahaman budaya kepada wisatawan. Ia menilai, mengenalkan filosofi seperti yang terkandung dalam kain poleng dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna.

“Kalau wisatawan paham, mereka tidak hanya datang untuk melihat, tapi juga belajar dan menghargai budaya kita,” ujarnya.

Melalui kain poleng, pesan tentang keseimbangan hidup pun terus disampaikan, tidak hanya kepada masyarakat Bali, tetapi juga kepada dunia yang datang berkunjung ke Pulau Dewata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....