Puluhan Ribu Petugas PLN Siaga, Jaga Terang Lebaran di Seluruh Negeri
- 31 Mar 2026 02:55 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Jakarta - Di saat sebagian besar masyarakat larut dalam hangatnya kebersamaan Idulfitri, ada sosok-sosok yang tetap teguh berdiri di garis depan. Di balik gemerlap lampu rumah, masjid, dan jalanan yang menyala sepanjang malam kemenangan, puluhan ribu petugas PLN bersiaga memastikan pasokan listrik tetap andal, demi menghadirkan ketenangan bagi masyarakat dalam merayakan Lebaran dengan penuh sukacita.
Bagi Riki Waberta (36), bertugas saat hari raya bukanlah pengorbanan, melainkan tanggung jawab yang dijalani dengan penuh komitmen. Team Leader Keandalan Istana di PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Menteng ini memilih tetap siaga demi memastikan listrik di objek vital kenegaraan tetap terjaga.
Pria asal Bengkulu tersebut bahkan telah empat tahun berturut-turut menunda mudik. Sejak bergabung dengan PLN pada 2018, ia memahami bahwa periode Lebaran merupakan momen krusial dalam menjaga keandalan listrik.
“Kami mungkin tidak terlihat, tapi kami adalah bagian dari kebahagiaan masyarakat. Saat listrik tetap andal dan ibadah berjalan tenang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Riki.
Rasa rindu kepada keluarga tentu tak terelakkan. Namun bagi Riki, tanggung jawab yang diemban memiliki makna lebih besar.
“Pasti ada rasa sedih tidak bisa berkumpul. Tapi saya selalu berpikir, kalau saya tidak di sini, siapa yang memastikan listrik tetap menyala? Keluarga selalu bilang, ‘Kerjakan tugas dengan baik, kami bangga!’ Itu yang membuat saya tetap kuat,” tuturnya.
Dedikasi serupa juga ditunjukkan Zahro Ardhillah (26), srikandi PLN asal Pacitan, Jawa Timur, yang kini bertugas di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jayapura Kota, Papua. Bersama timnya, ia memastikan keandalan listrik di masjid-masjid utama agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk.
"Kami sudah menyiagakan peralatan cadangan untuk mengantisipasi gangguan mendadak. Seluruh jaringan listrik juga telah diperiksa dan dipastikan dalam kondisi prima,” jelas Zahro.
Meski jauh dari keluarga, Zahro menemukan kebahagiaan dalam tugasnya.
“Saya belajar menyeimbangkan kewajiban sebagai seorang muslim dan tanggung jawab pekerjaan. Melihat masyarakat bisa beribadah dengan tenang menjadi kebahagiaan tersendiri. Inilah cara saya merayakan hari kemenangan,” ungkapnya.
Di Tarakan, Kalimantan Utara, Muhammad Hanif Zidan (26) juga menjalankan peran serupa. Dari pos siaga hingga gardu listrik, ia tetap tersenyum menjalankan tugasnya meski harus menahan rindu.
“Ini bukan pertama kali saya bertugas saat Lebaran. Saya bersyukur diberi kepercayaan ini. Dukungan keluarga menjadi semangat saya,” ujarnya.
Teknologi menjadi penghubung jarak bagi Hanif dan keluarganya.
“Biasanya setelah salat saya sungkem langsung, sekarang lewat video call. Sudah jadi komitmen kami untuk menjaga listrik tetap andal, agar masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan nyaman,” katanya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengapresiasi dedikasi para petugas yang tetap siaga di momen penting ini.
“Petugas PLN adalah garda terdepan dalam menjaga keandalan listrik pada momen nasional seperti Idulfitri. Kami mengapresiasi perjuangan mereka dalam memastikan hari kemenangan tetap terang, sehingga jutaan keluarga dapat berkumpul dengan nyaman,” ujarnya.
Selama masa siaga 12 hingga 31 Maret 2026, PLN menyiagakan sekitar 72 ribu personel di ribuan posko di seluruh Indonesia. Mereka hadir tanpa banyak sorotan, menjaga terang dari pembangkit hingga jaringan listrik di pelosok negeri. Di balik cahaya yang tak pernah padam, mereka adalah para penjaga terang, pahlawan sunyi yang memastikan Indonesia tetap bercahaya di hari kemenangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....