Momentum Idul Fitri, Momen Emas Perkuat Silaturahmi dan Budaya Melayu Bengkalis

  • 30 Mar 2026 16:00 WIB
  •  Bengkalis

RRI,CO.ID, Bengkalis – Perayaan Idul Fitri di Kabupaten Bengkalis tidak hanya menjadi ajang menjalankan ibadah dan saling memaafkan, tetapi juga menghadirkan tradisi Halal Bihalal yang sarat akan nilai kebersamaan. Momen ini dinilai sebagai kesempatan emas untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjaga kelestarian budaya Melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Anggota Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Datuk Muhammad Sidik, Senin 30 Maret 2026, menegaskan pentingnya menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat silaturahmi.

Menurutnya, tradisi Halal Bihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna mendalam sebagai sarana memperbaiki hubungan antarindividu maupun kelompok masyarakat.

“Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk membuka pintu maaf, mempererat ukhuwah, serta menghilangkan sekat-sekat sosial yang mungkin muncul dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Melayu di Bengkalis. Dalam praktiknya, Halal Bihalal sering diiringi dengan nilai-nilai adat, seperti saling menghormati, menjaga tutur kata, serta memperkuat rasa kekeluargaan.

“Budaya Melayu sangat menjunjung tinggi nilai silaturahmi. Melalui momentum Idul Fitri, nilai-nilai tersebut kembali dihidupkan dan diwariskan kepada generasi muda,” tambahnya.

Dialog tersebut juga menggarisbawahi bahwa di tengah perkembangan zaman, menjaga tradisi lokal menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, peran masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah dinilai penting dalam melestarikan budaya Melayu agar tetap relevan dan tidak tergerus modernisasi.

Dengan semangat Idul Fitri, masyarakat Bengkalis diharapkan tidak hanya merayakan kemenangan secara spiritual, tetapi juga memperkuat persatuan dan menjaga identitas budaya daerah. Momentum ini menjadi pengingat kebersamaan dan kearifan lokal adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....