Tiga Hari Barakan Meriahkan Lebaran di Desa Wonosari

  • 16 Mar 2026 14:01 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Perayaan Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, tidak hanya diisi dengan kegiatan silaturahmi keluarga, tetapi juga dimeriahkan dengan tradisi turun-temurun yang dikenal sebagai Barakan. Tradisi ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat, salah satunya di Desa Wonosari Tengah, Kecamatan Bengkalis.

Barakan merupakan kegiatan berkunjung dari rumah ke rumah yang dilakukan secara berkelompok oleh warga setelah pelaksanaan salat Idul Fitri. Tradisi ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga di lingkungan desa.

Di Desa Wonosari Tengah, tradisi barakan biasanya dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut setelah sholat Hari Raya Idul Fitri. Selama tiga hari tersebut, warga akan berkeliling mengunjungi rumah-rumah masyarakat yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan kesepakatan bersama.

Setiap rumah yang dikunjungi telah menyiapkan berbagai hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, serta aneka kue tradisional. Warga yang datang secara berkelompok akan menikmati hidangan bersama sebelum melanjutkan kunjungan ke rumah berikutnya.

Selain menjadi ajang menikmati hidangan Lebaran, tradisi ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk saling bermaaf-maafan antarwarga. Suasana kebersamaan dan keakraban terlihat jelas ketika masyarakat berkumpul dalam kegiatan tersebut.

Salah seorang warga Desa Wonosari, Ishak, mengatakan tradisi Barakan sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat sejak lama dan terus dipertahankan hingga sekarang.

Menurut Ishak, kegiatan Barakan biasanya diikuti oleh seluruh warga desa tanpa terkecuali, mulai dari orang tua hingga anak-anak. Hal ini menjadikan suasana Lebaran di desa terasa lebih meriah dan penuh kebersamaan.

“Setiap tahun kami melaksanakan Barakan selama tiga hari. Warga berjalan bersama mengunjungi rumah-rumah tetangga. Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun di Desa Wonosari,” ujar Ishak.

Warga lainnya, Nurhayati, menambahkan bahwa tradisi Barakan tidak hanya sekadar berkunjung, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga yang mungkin jarang bertemu dalam aktivitas sehari-hari.

“Dengan Barakan ini, kami bisa berkumpul dan bersilaturahmi selama tiga hari berturut-turut. Rasanya seperti satu keluarga besar,” kata Nur.

Masyarakat Desa Wonosari berharap tradisi Barakan dapat terus dilestarikan oleh generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal yang memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....