Mahasiswa Indonesia di Dundee Gelar Buka Puasa Bersama

  • 14 Mar 2026 12:15 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis — Mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Kota Dundee, Skotlandia menggelar kegiatan buka puasa bersama pada Jumat 13 Maret 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan antar mahasiswa Indonesia dan komunitas muslim di perantauan selama bulan suci Ramadan.

Buka puasa bersama tersebut diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Dundee (PPI Dundee) dan diikuti mahasiswa Indonesia serta sejumlah dosen dan tenaga pengajar muslim di lingkungan kampus.

Salah seorang mahasiswa Indonesia di Dundee, Ade Indra Suhara mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momen yang sangat berarti bagi mahasiswa Indonesia yang tengah menjalani Ramadan jauh dari tanah air.

Ade yang juga merupakan dosen di IAIN Datuk Laksemana Bengkalis saat ini sedang menempuh studi doktoral bidang geografi di University of Dundee.

Ia menjelaskan aktivitas puasa di Dundee berlangsung hampir sama dengan Indonesia, dengan waktu berpuasa sekitar pukul 05.00 hingga 18.00 waktu setempat. Namun durasi puasa akan semakin panjang seiring mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Menurutnya, Ramadan tahun ini bertepatan dengan musim dingin atau winter di Skotlandia sehingga cuaca yang lebih sejuk membuat ibadah puasa terasa lebih ringan meskipun udara cenderung kering.

Di tengah suasana tersebut, kegiatan buka puasa bersama menjadi ajang memperkuat silaturahmi antar mahasiswa Indonesia sekaligus mempererat hubungan dengan komunitas muslim internasional.

Selain kegiatan bersama mahasiswa Indonesia, para muslim di Dundee juga kerap berkumpul untuk berbuka puasa di Central Mosque Dundee.

“Di sini kami sering berbuka bersama dengan komunitas muslim dari berbagai negara seperti Pakistan, India, Arab Saudi hingga Palestina. Walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda, suasana kebersamaan sangat terasa,” ujar Ade.

Ia menambahkan, kegiatan buka puasa bersama yang digelar PPI Dundee tersebut berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Para mahasiswa saling berbagi makanan serta bercengkerama sambil menunggu waktu berbuka.

Menurut Ade, meskipun suasana Ramadan di luar negeri tidak semeriah di Indonesia—yang biasanya dipenuhi aktivitas berburu takjil dan keramaian menjelang berbuka—namun kebersamaan seperti ini mampu menghadirkan nuansa kekeluargaan bagi mahasiswa di perantauan.

“Walaupun tidak seramai di Indonesia, tapi dengan adanya kegiatan seperti ini kami tetap bisa merasakan suasana Ramadan bersama teman-teman sesama muslim di sini,” katanya.

Ia berharap kegiatan kebersamaan tersebut dapat terus dilakukan setiap tahun agar mahasiswa Indonesia yang berada di luar negeri tetap merasakan hangatnya suasana Ramadan meskipun jauh dari kampung halaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....