Tumbler Viral 1/2M dan Pelajaran Ikhlas di Baitullah
- 01 Feb 2026 06:11 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Mekah - Setiap perjalanan ke Tanah Suci selalu menyimpan cerita. Tak selalu tentang jarak thawaf atau panjangnya sa’i, tetapi juga tentang hal-hal kecil yang justru meninggalkan kesan mendalam. Itulah yang dialami Tour Leader Arminareka, Nabila Fitri, saat menjalankan tugas mendampingi jemaah umroh di Makkah.
Dalam kisah yang ia bagikan, Nabila mengatakan saat umroh, ia menyimpan satu keinginan kecil, memiliki tumbler viral 1/2 M warna pink yang disebut-sebut hanya ada di Makkah.
Keinginan itu sempat ia sampaikan sambil bercanda kepada Kepala Kantor Cabang Arminareka Pekanbaru, Andi Noviriyanti.
“Aku bilang ke Bu Andin, ‘Traktir ini aja ya kak, aku pengen ke 1/2 M,” kenang Nabila.
Namun sebagai tour leader, waktu Nabila hampir sepenuhnya tercurah untuk jemaah. Hari-hari di Makkah diisi dengan memastikan satu per satu jamaah nyaman, aman, dan ibadahnya berjalan lancar. Niat untuk sekadar ngopi estetik atau berburu tumbler itu pun terus tertunda, hingga hanya tersisa angan.
Waktu kepulangan semakin dekat. Tumbler pink itu belum juga terbeli. Hingga suatu hari, saat Nabila tengah membeli keperluan jemaah, telepon dari Bu Andin kembali masuk.
“Katanya mau ke 1/2 M, cepatlah,” ujar Bu Andin singkat, yang membuat Nabila hanya bisa berdoa agar masih ada waktu.
Belum sempat melangkah, kejadian tak terduga terjadi. Seorang perempuan di sampingnya tiba-tiba menyapa dan menawarkan sesuatu yang membuat Nabila terdiam.
“Kak, nggak usah ke sana lagi. Ambil punya kami aja,” ucap perempuan tersebut.
Ternyata, perempuan itu bersama rekannya telah mengantre sejak siang hingga sore dan membeli beberapa tumbler. Mereka bahkan mengetahui Nabila menginginkan warna pink.
“Kebetulan beli banyak. Kakak mau warna pink kan? Ambil saja punya kami, nggak perlu capek-capek antri,” katanya.
Di momen itulah Nabila mengaku benar-benar terharu.
“Allah itu Maha Lembut. Saat aku mendahulukan jamaah, Allah kirimkan rezeki lewat tangan orang lain,” ungkapnya.
Bagi Nabila, tumbler tersebut bukan lagi sekadar barang viral. Ia menjadi simbol pelajaran berharga yang ia dapatkan di Baitullah, tentang keikhlasan dan cara Allah mengabulkan doa dengan cara yang tak terduga.
“Kadang yang kita inginkan itu sederhana, tapi cara Allah mengabulkannya luar biasa. Yang kita ikhlaskan, seringkali kembali dengan cara paling manis,” tuturnya.
Cerita ini menjadi pengingat bahwa di Tanah Suci, bukan hanya doa yang dipanjatkan, tetapi juga nilai-nilai tentang sabar, ikhlas, dan percaya pada kelembutan takdir Allah, bahkan lewat hal kecil seperti sebuah tumbler.