Kereta Golf Jadi Solusi Menyempurnakan Umroh
- 31 Jan 2026 15:20 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Madinah - Tangis haru kerap mengiringi langkah jamaah saat menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram. Bagi sebagian jemaah lanjut usia dan sakit, menyelesaikan rangkaian ibadah bukan perkara mudah. Namun keterbatasan fisik tak pernah menyurutkan niat mereka untuk tetap menyempurnakan ibadah, termasuk saat menjalani sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah.
Di lantai 3 Masjidil Haram, tersedia fasilitas kereta golf yang menjadi penopang harapan bagi jamaah sepuh dan sakit. Dengan bantuan fasilitas ini, mereka tetap bisa menunaikan sa’i dengan tenang, aman, dan penuh kekhusyukan.
Tour Leader Arminareka, Nabila Fitri, menyaksikan langsung keteguhan hati jemaah yang tetap ingin beribadah meski kondisi tubuh tak lagi prima.
“Ada jemaah sepuh, ada juga yang sakit, bahkan ada yang menjalankan umrah badal. Mereka datang dengan niat tulus. Saat duduk di kereta golf, banyak yang menangis karena bersyukur masih diberi kesempatan menyempurnakan ibadah,” tutur Nabila Fitri, Sabtu 31 Januari 2026.
Setelah menyelesaikan thawaf, jemaah diarahkan menuju lantai 3 Masjidil Haram. Di sana, kereta golf membawa jemaah menempuh perjalanan sa’i dari Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali putaran. Meski duduk, niat dan doa tetap terlantun di sepanjang perjalanan, menghadirkan suasana khusyuk yang menyentuh hati.
Bagi sebagian jemaah, momen sa’i dengan kereta golf bukan hanya tentang bergerak dari Shafa ke Marwah. Ia menjadi simbol ikhtiar terakhir, perjuangan batin untuk tetap taat meski raga melemah. Doa-doa dipanjatkan lirih, air mata mengalir tanpa suara, menyatu dengan harapan agar ibadah diterima Allah SWT.
“Islam adalah agama rahmat. Ketika fisik terbatas, Allah memberi jalan kemudahan. Sa’i dengan kereta golf ini sah bagi jemaah yang uzur, dan tugas kami mendampingi agar ibadah mereka tetap sempurna,” jelas Ustad H. Gibran.
Nabila Fitri menambahkan, pelayanan terhadap jamaah sepuh dan sakit menjadi amanah besar yang dijalankan dengan penuh keikhlasan.
“Kami ingin jemaah merasa ditemani, tidak sendiri. Selama niat mereka kuat, kami akan membantu semaksimal mungkin agar ibadah mereka tuntas dan hati mereka tenang,” katanya.
Fasilitas kereta golf di lantai 3 Masjidil Haram menjadi bukti bahwa ibadah bukan tentang kuatnya langkah, melainkan tentang ketulusan niat dan kesungguhan hati. Di Tanah Suci, setiap air mata, setiap doa, dan setiap ikhtiar, sekecil apa pun memiliki nilai yang besar di hadapan Allah SWT.