Dari Dapur Sederhana, Impian Umrah Akhirnya Terwujud

  • 02 Des 2025 20:19 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Suasana haru menyelimuti kediaman seorang ibu penjual makanan sederhana di Bengkalis, Ibu Eti, yang hari ini resmi melunasi biaya umrahnya setelah menabung selama tiga tahun. Pelunasan ini ia serahkan langsung kepada tour leader Nabila Fitri dari Arminareka Perdana, biro perjalanan umrah dan haji terbesar serta berpengalaman 35 tahun di Indonesia.

Perjalanan Ibu Eti menuju Baitullah adalah kisah keteguhan yang dibangun dari dapur kecil tempat ia setiap hari menyiapkan gado-gado, lotek, dan berbagai makanan rumahan untuk dijual. Dari penghasilan yang tidak selalu sama setiap harinya, ia berkomitmen menyisihkan sedikitnya Rp50 ribu demi impian yang telah ia simpan sejak lama: mengunjungi Tanah Suci.

Keinginan untuk ke Baitullah itu telah tumbuh sejak putrinya, Elin, masih kecil. Kini, Elin sudah berkeluarga dan memiliki dua anak, namun harapan Ibu Eti tidak pernah surut. Setiap kali meracik bumbu gado-gado dan melayani pelanggan, doa itu tetap ia bisikkan dalam hati.

Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Beberapa tahun lalu, seluruh tabungan umrahnya senilai lebih dari Rp30 juta raib akibat penipuan asuransi. Musibah itu membuatnya terpukul, namun tidak menghentikan langkahnya. Ibu Eti kembali menata hati, membuka dagangan seperti biasa, dan memulai tabungan dari awal. Kesabaran dan ketekunannya menjadi saksi bahwa niat baik tidak pernah padam oleh ujian.

Setelah tiga tahun menabung kembali dengan tekun, hari ini ia melengkapi pelunasan umrahnya dengan menjual perhiasan kecil yang selama ini ia simpan dari hasil berjualan. Dengan tangan bergetar, ia menyerahkan pembayaran terakhir kepada Nabila Fitri, yang turut hanyut dalam suasana haru.

“Kami hanya menyampaikan. Allah-lah yang memilih tamunya,” ujar Nabila.

Ibu Eti dijadwalkan berangkat pada 10 Januari 2026 bersama rombongan Arminareka Perdana. Baginya, keberangkatan ini adalah buah dari perjuangan panjang, kesabaran, dan keyakinan yang tidak pernah goyah.

Kisah Ibu Eti menjadi pengingat bahwa impian suci dapat terwujud meski berasal dari langkah-langkah kecil yang dijaga dengan tekun setiap hari. Dari dapur sederhana tempat ia bekerja, akhirnya jalan menuju Tanah Suci terbuka juga. Semuanya bermula dari ketulusan hati seorang ibu yang tidak pernah berhenti berharap.

Rekomendasi Berita