Sepatu Rusak Jadi Rezeki Tukang Jahit Bengkalis

  • 03 Nov 2025 09:15 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Hendri, seorang tukang jahit sepatu berusia 55 tahun asal Jawa Timur, kini menetap di Pangkalan Batang, Bengkalis. Setiap hari, ia tampak duduk di depan bengkel kecil di pinggir Jalan Ahmad Yani, sibuk menjahit dan menambal sepatu milik pelanggannya. Dengan ketelatenan dan kesabaran, Hendri tetap setia menekuni pekerjaannya meski usia tak lagi muda.

Pekerjaan menjahit sepatu ini telah dijalani Hendri selama lebih dari dua tahun. Berbekal keterampilan tangan yang ia pelajari secara otodidak sejak muda, ia mampu memperbaiki berbagai jenis sepatu, mulai dari yang sobek hingga yang hampir tak bisa dipakai kembali.

“Saya belajar sendiri dari teman-teman dulu waktu masih di Jawa,” ungkap Hendri dengan nada tenang, Minggu (2/11/2025).

Sebelum menjadi tukang jahit sepatu, Hendri pernah menekuni berbagai profesi. Ia sempat bekerja sebagai buruh bangunan, tukang parkir, pengantar paket, hingga pekerja kebun sawit. Bahkan, sebelum merantau ke Bengkalis, Hendri sempat mencari peruntungan di Malaysia. Namun, profesi sebagai penjahit sepatu inilah yang membuatnya bertahan hingga kini.

Selain memperbaiki sepatu, Hendri juga menerima jasa perbaikan tas, seperti mengganti resleting atau menjahit bagian yang robek. Untuk biaya jasa, ia menyesuaikan dengan tingkat kerusakan dan bahan yang digunakan, mulai dari Rp20.000 hingga Rp50.000. Jika hanya menempel atau menyemir sepatu, Hendri bahkan kerap melakukannya secara cuma-cuma sebagai bentuk rasa syukur dan pelayanan kepada pelanggan.

Setiap hari, Hendri membuka usahanya sejak pagi hingga sore. Ia dikenal ramah kepada pelanggan dan sering mengantarkan sepatu yang sudah selesai diperbaiki langsung ke rumah pemiliknya. Namun di balik ketekunannya, penghasilan dari menjahit sepatu belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan keluarga. Istrinya bekerja sebagai pelayan kafe, sementara keempat anaknya masih memerlukan biaya hidup dan pendidikan.

Hendri berharap suatu saat usahanya bisa berkembang dan mendapat dukungan berupa bantuan peralatan, seperti lem, tapak sepatu, serta alat jahit tambahan. Dengan semangat dan kerja kerasnya, ia ingin terus mempertahankan usaha kecil ini sebagai sumber rezeki yang halal bagi keluarganya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....