Bantuan Kapal, Angin Segar di Tengah Laut Bengkalis

  • 30 Sep 2025 18:10 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Di tepian Selat Bengkalis, Ibrahim kembali bisa tersenyum. Nelayan sederhana ini akhirnya mendapatkan angin segar setelah sekian lama berjuang dengan kapal pompong yang mulai rapuh dimakan usia. Harapan itu datang lewat bantuan renovasi kapal dari Politeknik Negeri Bengkalis, Jurusan Perkapalan, Senin, (29/9/2025).

Bagi Ibrahim, kapal bukan sekadar alat untuk melaut. Ia adalah “nyawa” pencarian nafkah, satu-satunya tumpuan keluarga. Namun, kerusakan di beberapa bagian kapal kerap menjadi beban berat. Biaya perbaikan yang bisa mencapai Rp6 hingga Rp7 juta jelas terlalu besar bagi Ibrahim, yang setiap harinya hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan seadanya.

“Kalau harus memperbaiki sendiri, uangnya kadang tak cukup. Bantuan ini sangat meringankan beban saya,” ucapnya lirih, penuh rasa syukur.

Setiap pagi buta, Ibrahim berangkat dengan jaring kecil, berharap bisa membawa pulang cukup ikan. Namun, hasil tangkapan sering kali tak seberapa. Untuk menyambung hidup, ia pun membantu sang istri memotong karet di kebun milik orang lain. Dari situ, mereka hanya mendapat setengah hasil panen, setelah berbagi dengan pemilik kebun.

Meski hidup dalam keterbatasan, semangat Ibrahim tak pernah pudar. Ia masih memupuk harapan, suatu hari memiliki jaring kasar yang bisa menangkap lebih banyak ikan. Bagi Ibrahim, jaring itu bukan hanya alat kerja, melainkan simbol masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.

Program bantuan renovasi kapal dari Politeknik Negeri Bengkalis pun menjadi cahaya baru. Dengan kapal yang lebih layak, Ibrahim dan nelayan kecil lainnya kini bisa kembali melaut dengan rasa aman dan penuh harapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....