Perjuangan Ibu Fitriah, Air Tebu Jadi Harapan Hidup

  • 01 Sep 2025 08:40 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Di sudut simpang lampu merah Senggoro, sosok sederhana itu selalu tampak setia dengan gerobak kecilnya. Senyum ramah yang tak pernah lepas, meski panas terik atau hujan deras kerap menghampiri. Dialah Ibu Fitriah, seorang perantau yang membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan bisa mengubah jalan hidup seseorang.

Ketika pertama kali merantau ke Bengkalis, Ibu Fitriah bersama suami hanya membawa tekad dan keberanian. Ia memilih berdagang air tebu sebagai jalan hidup. Awalnya, tak mudah baginya untuk bertahan. Dengan modal seadanya, ia harus memulai dari nol. Namun berkat ketekunan, kini setiap hari ia mampu menjual 25 hingga 30 bungkus air tebu seharga Rp5.000 per bungkus. Air tebunya segar karena ia menggunakan dua jenis tebu, tebu hitam dan tebu kuning yang ia tanam sendiri di kebun orang lain yang ia kelola dengan penuh tanggung jawab.

”Saya memulai semuanya dari nol. Asal tekun dan jujur, InsyaAllah rezeki itu selalu ada. Meski penjualan menurun, saya tidak boleh menyerah. Rezeki bisa datang dari mana saja asal kita mau berusaha.” Jelas Ibu Fitriah, Senin (1/9/2025).

Ibu Fitriah penjual air tebu di Bengkalis (Foto: RRI).

Namun, jalan usaha tidak selalu mulus. Ibu Fitriah mengakui penjualan air tebu kini menurun drastis, hingga 60 persen dibanding tahun sebelumnya. Cuaca tak menentu dan menurunnya daya beli masyarakat menjadi tantangan nyata. Meski begitu, semangatnya tak pernah surut. Baginya, menyerah bukan pilihan. Ia terus mencari peluang, berinovasi, dan berjualan di berbagai kesempatan.

“Usaha kecil pun bisa membawa perubahan besar, asal dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan melibatkan keluarga.” ujarnya.

Selain berjualan tetap di simpang Senggoro, Fitriah juga hadir di setiap Car Free Night (CFN) dan keramaian di Bengkalis. Tak hanya air tebu, ia melengkapi dagangannya dengan minuman sacetan serta camilan sederhana seperti sosis dan nugget goreng yang hangat dan gurih, menjadikan lapaknya selalu menarik bagi pembeli.

Dalam perjalanan usahanya, Fitriah tak sendiri. Suami dan anaknya menjadi tim solid yang selalu mendukung. Sang anak bahkan turut membantu memasarkan dagangan melalui media sosial dan layanan pesan antar, membuka jalan baru bagi lapak kecil itu menjangkau lebih banyak pelanggan.

Hasil dari jerih payah tersebut sungguh luar biasa. Dari usaha sederhana itu, Fitriah kini mampu memiliki rumah dan kendaraan pribadi, serta membiayai pendidikan anaknya hingga ke perguruan tinggi. Semua pencapaian itu lahir dari peluh, kesabaran dan doa yang tak pernah putus.

“Dari segelas air tebu, saya bisa membangun rumah, membeli kendaraan, dan menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi. Bagi saya, berdagang bukan sekadar mencari nafkah, tapi juga menjaga harapan dan masa depan keluarga.” Tutur Ibu Fitriah.

Kisah Fitriah adalah pengingat bahwa usaha kecil bukan berarti hasilnya kecil. Dengan kesungguhan, kejujuran, dan kekompakan keluarga, usaha sederhana pun bisa membawa perubahan besar dalam hidup. Di balik segelas air tebu manis yang ia jual, tersimpan kisah ketangguhan seorang perempuan yang pantang menyerah mengejar mimpi.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....