Inovasi Aipda Deri Adrianto, Bhabinkamtibmas Pelindung Ibu dan Anak
- 25 Jun 2025 20:36 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Hangat, tenang dan diwarnai dengan kicauan suara burung yang bersahutan dari pepohonan di sudut-sudut jalan, begitulah suasana pagi di Kelurahan Rimbas Sekampung. Namun, bagi sebagian perempuan dan anak di wilayah ini, pagi yang damai seperti ini adalah kemewahan yang dulunya tak mudah dirasakan.
Di balik wajah-wajah ramah dan suasana asri kampung ini, dahulu tersembunyi beberapa realitas yang menyakitkan, cerita kekerasan dalam rumah tangga, jeritan yang tertahan di balik dinding dan ketakutan yang membuat banyak korban memilih diam. Namun semuanya mulai berubah sejak tahun 2022, ketika 21 rumah di kelurahan ini resmi ditetapkan sebagai "Rumah Aman Perempuan dan Anak".
Semua bermula dari satu orang, Aipda Deri Adrianto, seorang Bhabinkamtibmas, Personil Polres Bengkalis, yang hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan semata, namun juga menjadi pelindung harapan bagi banyak warganya.
Tahun 2021 menjadi titik balik bagi Aipda Deri yang tengah melakukan patroli rutin sore hari ketika seorang perempuan muda menghampirinya dengan tubuh gemetar. Perempuan itu berbisik lirih bahwa suaminya kerap memukuli dan hari itu ia nekat ingin melapor. Tapi sebelum ia sempat sampai ke kantor polisi, sang suami sudah lebih dulu menghadangnya di jalan, mengancam akan mencelakainya jika berani membuka mulut.
“Waktu itu saya hanya bisa menahan emosi. Perempuan ini mau menyelamatkan diri, tapi ruang aman baginya seakan tidak ada,” kenang Deri, menunduk sesaat, Rabu (25/6/2025).
Pengalaman itu menancap kuat di benaknya, ia menyadari bahwa institusi hukum saja tidak cukup, perlu kehadiran sistem perlindungan yang lebih dekat yang bisa dijangkau kapan saja oleh warga bahkan saat tengah malam.
Berbekal tekad dan naluri sosial, Aipda Deri mulai merancang konsep “Rumah Aman Perempuan dan Anak” pada 2021. Ia mendekati Lurah Rimbas Sekampung, Halimahtusadiah atau yang akrab disapa Ica. Ia menjelaskan mimpinya menjadikan rumah para Ketua RT sebagai titik awal perlindungan dan mediasi bagi korban kekerasan. Gayungpun bersambut, Lurah Ica menyambut gagasan ini dengan tangan terbuka.
“Awalnya kami pikir sulit dilaksanakan. Tapi semangat Pak Deri luar biasa. Ia yakinkan kami bahwa jika masyarakat dilibatkan, maka sistem ini bisa berjalan,” ujar Ica.
Setahun kemudian, 21 rumah aman resmi dibentuk, masing-masing di rumah para Ketua RT, didalamnya ada ruang khusus sebagai tempat perlindungan sementara, ruang diskusi serta jalur komunikasi langsung ke Bhabinkamtibmas dan dinas terkait.
Sebelum dikenal sebagai penggagas Rumah Aman, Aipda Deri dikenal sebagai guru mata pelajaran Pancasila di Sekolah YPPI Bengkalis. Ia percaya, keamanan tidak lahir dari ancaman hukuman, tetapi dari kesadaran nilai dan moral warga.
“Pancasila itu bukan cuma teori di kelas. Nilai-nilainya harus dihidupi dalam tindakan,” ujarnya sambil tersenyum.
Dedikasinya di bidang pendidikan membuatnya menerima penghargaan dari kepolisian Jepang. Namun, baginya, penghargaan bukan tujuan.
“Yang terpenting adalah bagaimana nilai kemanusiaan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Aipda Deri Adrianto saat berada diruang kerja dengan latar belakang berbagai piagam penghargaan yang diraih (Foto: RRI/Sri).
Konsep Rumah Aman sederhana, ketika ada warga yang mengalami kekerasan atau ketidakadilan, mereka bisa langsung datang ke rumah Ketua RT. Di sana, kasus didengar dan jika memungkinkan, dimediasi dengan menghadirkan Aipda Deri.
Salah satu Ketua RT, Martias, menceritakan bagaimana rumahnya kini menjadi tempat perlindungan darurat.
“Saya pernah menerima seorang anak yang melarikan diri dari rumah karena mendapat ancaman sadis dari orang tuanya. Alhamdulillah kasus tersebut diselesaikan dengan mediasi oleh Pak Deri di rumah ini,” ujarnya.
Tak hanya tempat aman, rumah Martias juga dilengkapi kamar khusus untuk istirahat korban darurat. Ia juga mulai ikut pelatihan soal perlindungan korban bersama RT lainnya, bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis.
Data mencatat sejak berdirinya Rumah Aman, kasus kekerasan di Rimbas Sekampung menurun drastis. Pada 2022, tercatat 9 kasus, lalu turun menjadi 7 kasus pada 2023 dan hingga akhir Juni 2025, tidak satu pun kasus baru yang dilaporkan.
Menurut Apida Deri, kehadiran Rumah Aman telah menjadi efek jera dan simbol kehadiran hukum serta sosial yang nyata.
“Rumah Aman ini bukan cuma bangunan. Ini simbol bahwa warga saling melindungi,” katanya.
Salah satu warga Irmansyah, Ketua RW 04, mengaku merasakan perubahan signifikan dilingkungannya.
“Dulu orang masih ragu untuk campur urusan tetangga. Sekarang mereka aktif melapor, aktif menjaga,” ungkap Irmansyah.
Warga lainnya yang merasakan manfaat besar dari Rumah Aman Perempuan dan Anak adalah Sukati, 60 tahun, ibu rumah tangga yang kerap mendengar berita kekerasan dalam rumah tangga yang banyak terjadi dibeberapa daerah.
Kini, ia pun menjadi penggerak sosial di lingkungannya, membantu ibu-ibu lain yang mengalami kekerasan.
“Saya sangat mendukung adanya Rumah Aman Perempuan dan Anak ini, warga tak takut datang ke rumah RT untuk bercerita ataupun mengadukan masalahnya. supaya mereka tahu, bahwasannya mereka tidak sendiri. Mereka punya tempat untuk mengadu,” tegasnya sambil tersenyum lebar.
Kesuksesan Rumah Aman tak lepas dari dukungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis, mereka menyediakan psikolog dan bantuan konsultasi.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Ini contoh nyata perlindungan berbasis komunitas. Harapannya bisa direplikasi di tempat lain,” ujar Emilda Susanti, Kepala DPPPA Bengkalis, menyampaikan kebanggaannya.
Emilda menilai, inovasi Rumah Aman turut mendukung target Kabupaten Layak Anak yang sedang dikejar oleh Pemkab Bengkalis.
Tidak berhenti sampai di sini, Aipda Deri kini tengah mengembangkan aplikasi digital pelaporan kekerasan yang bisa digunakan oleh warga secara anonim, tujuannya agar mereka yang tidak nyaman bertatap muka, dipastikan tetap bisa mengakses perlindungan.
“Teknologi bisa jadi jembatan. Tapi prinsipnya sama yakni harus ada respon cepat dan empati,” ujarnya.
Aplikasi ini akan terkoneksi langsung ke database Bhabinkamtibmas, Ketua RT dan DPPPA, memastikan tindak lanjut maksimal dalam waktu 1x24 jam.
Keberadaan Rumah Aman menarik perhatian banyak pihak, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Beberapa kunjungan resmi telah dilakukan ke Rimbas Sekampung, bahkan kelurahan ini kini disebut sebagai pilot project rumah aman berbasis komunitas pertama di Indonesia.
Lurah Ica menyebut ini sebagai anugerah dan tanggung jawab besar.
“Kami bangga jadi pelopor. Tapi kami juga sadar, ini adalah awal dari perjuangan panjang,” katanya.
Ia juga menyebutkan, Kelurahan Rimbas Sekampung telah menerima penghargaan Juara 2 Tiga Pilar Polda Riau, berkat kolaborasi luar biasa antara Polri, pemerintah kelurahan dan masyarakat.
Kisah Aipda Deri Adrianto adalah cerita tentang keberanian kecil yang berdampak besar. Tentang bagaimana satu langkah sederhana menyediakan ruang aman di rumah warga bisa mengubah ekosistem sosial sebuah wilayah.
“Saya hanya ingin lingkungan ini aman. Anak-anak bisa tertawa tanpa takut, ibu-ibu bisa tidur tanpa tangis," tutur Ica.
Di era ketika isu kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian nasional, Kelurahan Rimbas Sekampung membuktikan bahwa solusi bisa datang dari komunitas sendiri, menjaga bukan hanya tugas negara, tetapi tugas bersama.
Dari balik pintu-pintu rumah RT yang kini menjadi Rumah Aman, ketenangan itu terus dijaga oleh mereka yang peduli, salah satunya Bhabinkamtibmas yang memilih untuk hadir sebagai pengayom dan pelindung.
Inovasi Aipda Deri Adrianto menunjukkan bahwa peran kepolisian dalam menjaga keamanan bukan hanya dengan tindakan represif, tetapi juga melalui pendekatan preventif, edukatif dan empatik. Rumah Aman Perempuan dan Anak bukan sekadar tempat perlindungan, tapi simbol keberpihakan negara terhadap kelompok rentan, sekaligus jembatan harapan menuju lingkungan yang bebas dari kekerasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....