MUI Bengkalis Dorong Umat Mandiri melalui Pelatihan Usaha Kreatif

  • 29 Agt 2026 12:02 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis melalui Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat menggelar Pelatihan Pengembangan Usaha Kreatif untuk Kesejahteraan Umat, Sabtu 29 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Daerah Datuk Laksamana, Jalan A. Yani, Bengkalis, tersebut dibuka Bupati Bengkalis Kasmarni yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Johansyah Safri.

Peserta dan undangan sedang mengikuti prosesi acara pembukaan (Foto : RRI/TSM)

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua Umum MUI Bengkalis Buya Amrizal, jajaran pengurus dan komisi MUI, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Bengkalis Zulpan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Basuki Rahmat, Forkopimda serta undangan lainnya.

Pelatihan ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari kelompok masyarakat produktif dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) aktif. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya MUI dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui pengembangan usaha yang sehat dan sesuai prinsip syariah.

Ketua Pelaksana kegiatan, Ustaz Affan Zahidi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral MUI dalam memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi syariah.

Nara sumber kegiatan sedang menyampaikan materi (Foto : RRI/TSM)

“Ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral MUI untuk memberikan pengetahuan dan pengembangan kepada masyarakat terkait ekonomi syariah. Kegiatan ini juga merupakan program kerja Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Bengkalis yang sudah diusulkan sejak 2005 dan baru dapat dilaksanakan pada tahun 2026,” ujar Affan.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi kegiatan kedua yang dilaksanakan MUI Bengkalis pada 2026 setelah kegiatan kerukunan umat beragama.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, Buya Amrizal, mengatakan persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Ia menyebut berdasarkan data yang disampaikannya, angka kemiskinan di Indonesia masih berada pada kisaran 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta jiwa dari total penduduk sekitar 290 juta jiwa.

“Karena penduduk Indonesia mayoritasnya adalah umat Islam, maka hampir bisa dipastikan mayoritas yang masuk angka kemiskinan itu berasal dari kalangan umat Islam,” ungkap Amrizal.

Ia menjelaskan, kemiskinan secara umum dapat dilihat dari dua sisi, yakni kemiskinan struktural dan kemiskinan kultural.

“Kemiskinan struktural terjadi akibat sistem politik, sosial dan ekonomi yang tidak adil dan tidak merata. Karena itu, solusinya harus ada perbaikan sistem yang berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak,” jelasnya.

Sedangkan kemiskinan kultural, lanjut Amrizal, berkaitan dengan nilai, prinsip dan kebiasaan hidup yang kurang tepat sehingga perlu dilakukan perubahan pola pikir dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Untuk mengatasi kemiskinan kultural, harus ada usaha mengubah prinsip yang kolot dan monoton dalam memandang kehidupan. Kita harus terus berkembang mengikuti kemajuan sains dan teknologi,” tambahnya.

Berangkat dari persoalan tersebut, Amrizal mengatakan pelatihan pengembangan usaha kreatif diharapkan mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk berwirausaha dan membangun kemandirian ekonomi.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah membangkitkan semangat berwirausaha bagi umat, agar mereka bisa sama-sama tumbuh dan berkembang secara mandiri dalam perekonomian,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Bengkalis Kasmarni melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Johansyah Safri, menyampaikan apresiasi kepada MUI Bengkalis yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian umat.

“Kami memberikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Bengkalis yang telah melaksanakan kegiatan ini. Kami berharap para peserta dapat menyerap ilmu dan pengalaman yang diberikan para narasumber, kemudian mengembangkannya untuk meningkatkan usaha dan kewirausahaan masing-masing,” ujar Johansyah.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta sehingga mampu melahirkan usaha-usaha kreatif yang produktif, mandiri dan berkelanjutan.

Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat ekonomi umat di Kabupaten Bengkalis sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin kreatif dalam mengembangkan potensi usaha yang dimiliki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....