Pemkab Bengkalis Dorong UMKM Berkembang Berbasis Data

  • 27 Agt 2026 13:32 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dilakukan secara terarah dan berbasis data yang valid. Hal itu disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Johansyah Syafri saat membuka FGD Penelitian Komoditas, Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan Provinsi Riau Tahun 2026, Kamis 27 Agustus 2026.

Johansyah mengatakan, FGD tersebut menjadi bagian penting untuk memetakan potensi UMKM dan komoditas unggulan daerah. Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui kondisi pelaku usaha, kapasitas produksi, rantai pasok, akses pembiayaan hingga peluang pasar.

“UMKM bukan hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga lapangan pekerjaan, pendapatan keluarga, kemandirian masyarakat, pemerataan ekonomi, dan ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, program pemberdayaan UMKM tidak boleh hanya berdasarkan asumsi, tetapi harus mengacu pada kondisi nyata di lapangan.

“Jangan sampai program pemberdayaan UMKM berjalan berdasarkan asumsi. Kita harus bergerak berdasarkan data dan kebutuhan nyata di lapangan. Salah satu kelemahan kita selama ini adalah belum memiliki data yang benar-benar valid dan menggambarkan kondisi riil di masyarakat,” tegasnya.

Johansyah berharap hasil penelitian KPJU dapat menjadi rujukan dalam penyusunan program dan kebijakan pemerintah daerah.

“Ke depan kita ingin UMKM Bengkalis tidak hanya mampu bertahan, tetapi naik kelas. Dari pasar lokal menuju pasar regional, dari produk biasa menjadi produk berdaya saing, serta dari usaha keluarga menjadi usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Center for Survey and Academic Development Ade Ria Nirmala menyampaikan materi mengenai pemetaan dan pengembangan KPJU unggulan. Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penguatan UMKM melalui peningkatan kualitas produk, digitalisasi, akses pembiayaan dan perluasan pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....