Mak Teh Pertahankan Roti Canai, Warisan Rasa di tengah Harga Bahan Naik
- 11 Agt 2026 09:47 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Usaha makanan rumahan menjadi salah satu bentuk kegiatan ekonomi masyarakat yang tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga menjaga keterampilan mengolah pangan secara turun-temurun. Hal itu dilakukan Mak Teh, penjual roti canai di Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, yang konsisten menjalankan usahanya sejak 2021.
Mak Teh mulai berjualan sejak pagi hingga siang hari, kemudian kembali melayani pembeli mulai pukul 16.00 WIB hingga malam. Sebelum memulai aktivitas berjualan, ia terlebih dahulu menyiapkan dan mengolah bahan baku pada malam hari agar proses produksi pada hari berikutnya dapat berjalan lebih efektif.
Dalam sehari, jumlah bahan baku yang diolah Mak Teh dapat mencapai sekitar 20 kilogram. Namun, jumlah tersebut tidak selalu sama karena menyesuaikan dengan permintaan konsumen. Pola produksi berdasarkan kebutuhan ini menjadi salah satu cara pelaku usaha kecil menjaga efisiensi sekaligus mengurangi potensi bahan makanan yang tidak terpakai.
Mak Teh mengatakan, mempertahankan usaha makanan membutuhkan ketekunan, terutama ketika harga sejumlah bahan baku mengalami kenaikan. Meski demikian, ia memilih mempertahankan harga jual roti canai biasa agar tetap dapat dijangkau masyarakat.
“Bahan-bahan memang ada yang naik harganya, tetapi untuk roti canai yang biasa saya masih pertahankan harganya. Saat ini Rp10 ribu dapat tiga roti canai. Yang penting usaha tetap berjalan dan pelanggan juga tidak terlalu terbebani,” ujar Mak Teh, Selasa 11 Agustus 2026.
Dalam menjalankan usahanya, Mak Teh tidak bekerja seorang diri. Sejumlah anggota keluarga, termasuk keponakan dan saudara lainnya, turut membantu proses persiapan maupun penjualan. Keterlibatan keluarga tersebut menunjukkan bahwa usaha mikro juga dapat menjadi ruang kerja bersama sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Salah seorang pelanggan, Ibu Susi, menilai keberadaan penjual makanan rumahan seperti Mak Teh memberikan pilihan pangan yang mudah dijangkau masyarakat. Menurutnya, konsistensi dalam menjaga kualitas dan pelayanan menjadi hal penting agar usaha kecil dapat terus bertahan.
“Saya senang masih ada usaha seperti ini yang bertahan. Harganya masih terjangkau dan bisa menjadi pilihan masyarakat. Mudah-mudahan Mak Teh terus semangat menjalankan usahanya,” kata Susi.
Perjalanan usaha Mak Teh sejak 2021 hingga kini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Di tengah perubahan harga bahan baku dan dinamika kebutuhan konsumen, keberlanjutan usaha tersebut tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha mengatur produksi, menjaga hubungan dengan pelanggan, serta melibatkan keluarga dalam kegiatan usaha.
Mak Teh berharap usaha roti canai yang dijalaninya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarganya. Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang mendukung usaha kecil lokal dengan membeli sesuai kebutuhan, sehingga pelaku usaha rumahan dapat mempertahankan mata pencaharian sekaligus mengembangkan keterampilan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....