ES Dawet Ayu Banjarnegara Tetap Diminati Masyarakat Bengkalis meski Harga Naik
- 18 Jun 2026 12:17 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Es dawet ayu khas Banjarnegara masih menjadi salah satu minuman tradisional yang diminati masyarakat Bengkalis. Salah seorang pedagang, Haris, warga asal Banjarnegara, telah menjual minuman tersebut di Bengkalis selama sekitar satu tahun terakhir.
Haris mengatakan, saat ini, terdapat empat sepeda yang digunakan pedagang untuk menjajakan dawet ayu di sejumlah titik. Menurut Haris, harga es dawet ayu sebelumnya dijual Rp6.000 per bungkus. Namun setelah Lebaran 1447 Hijriah tahun 2026 harga jual naik menjadi Rp7.000 per bungkus akibat meningkatnya harga bahan kemasan palstik.
"Harga plastik pembungkus naik cukup tinggi. Sebelum Lebaran harganya sekitar Rp23 ribu per bungkus, sekarang mencapai Rp52 ribu. Begitu juga harga cup yang sebelumnya sekitar Rp9 ribu, kini menjadi lebih dari Rp15 ribu per bungkus," kata Haris, Kamis 18 Juni 2026.
Haris yang berjualan di seputana Jalan Ahmad Yani Bengkalis, mengatakan Untuk memenuhi kebutuhan produksi, para pedagang menggunakan sekitar 20 kilogram gula aren yang dapat digunakan selama tiga hingga empat hari. Sementara santan yang menjadi bahan utama dawet dibuat setiap hari menggunakan sekitar empat butir kelapa untuk masing-masing penjual.
"Dalam sehari, setiap penjual biasanya menggunakan santan dari empat butir kelapa agar rasa dawet tetap segar dan berkualitas," ujarnya.
Haris menjelaskan, omzet penjualan setiap pedagang berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per hari, tergantung jumlah pembeli dan kondisi cuaca.
"Kalau ramai, hasil penjualan bisa mencapai Rp400 ribu sehari. Rata-rata sekitar Rp300 ribu sampai Rp350 ribu, Kami mulai jualan sekitar pukul 10 siang hingga sore hari, jika cuaca hujan dan setiap hari jum’at kami tidak jualan" ungkapnya.
Ia juga menuturkan bahwa cendol yang sudah dicampur santan tidak dapat disimpan hingga keesokan hari. Oleh karena itu, apabila tidak habis terjual, bahan tersebut terpaksa dibuang demi menjaga kualitas dan cita rasa produk.
"Kalau cendol sudah dicampur santan, tidak bisa dipakai lagi besok karena kualitasnya sudah berubah. Yang masih bisa digunakan hanya es dan gula aren yang belum dicampur," jelas Haris.
Ke depan, Haris berharap es dawet ayu semakin dikenal masyarakat Bengkalis dan jumlah pelanggannya terus bertambah.
"Kami berharap masyarakat Bengkalis semakin menyukai es dawet ayu sehingga pelanggan semakin ramai dan usaha ini bisa terus berkembang," harapnya.
Sementara itu, seorang pembeli bernama Agung mengaku senang dengan hadirnya es dawet ayu khas Banjarnegara di Bengkalis. Sebagai perantau asal Banjarnegara, ia merasa kehadiran minuman tersebut mampu mengobati kerinduannya terhadap kampung halaman.
"Rasanya sama seperti yang saya nikmati di Banjarnegara. Dengan adanya es dawet ayu di Bengkalis, kerinduan saya terhadap kuliner khas Banjarnegara sedikit terobati," tutur Agung.
Kehadiran es dawet ayu Banjarnegara tidak hanya menambah ragam kuliner tradisional di Bengkalis, tetapi juga menjadi penghubung nostalgia bagi para perantau yang ingin menikmati cita rasa khas daerah asal mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....