Lima Titik Bekam yang Banyak Digunakan dan Manfaatnya
- 30 Sep 2026 20:11 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis: Bekam merupakan salah satu terapi tradisional yang cukup dikenal di Indonesia. Terapi ini dilakukan dengan memberikan tekanan atau efek vakum pada permukaan kulit menggunakan alat khusus di area tubuh tertentu.
Pemilihan titik bekam dapat berbeda tergantung keluhan, tujuan terapi, maupun referensi yang digunakan. Karena itu, pemahaman mengenai titik bekam dan risikonya penting sebelum menjalani terapi. Dikutip dari Alodokter, terdapat sejumlah area tubuh yang umum digunakan sebagai titik bekam.
1. Punggung atas
Area di sekitar tulang belikat kerap menjadi titik bekam karena otot punggung bagian atas dapat mengalami ketegangan akibat aktivitas berat atau posisi duduk yang kurang tepat. Bekam di area ini dipercaya dapat membantu mengurangi pegal dan ketegangan otot.
2. Tengkuk atau leher bagian belakang
Tengkuk atau bagian belakang leher juga menjadi salah satu area yang digunakan dalam terapi bekam. Area tersebut dikaitkan dengan keluhan seperti sakit kepala, migrain, dan ketegangan pada bahu. Karena terdapat saraf penting di sekitar leher, tindakan perlu dilakukan oleh terapis berpengalaman.
3. Pinggang dan punggung bawah
Bekam di bagian pinggang dan punggung bawah kerap digunakan untuk keluhan nyeri pinggang, pegal atau kelelahan akibat terlalu lama duduk. Terapi pada area ini perlu dilakukan secara hati-hati untuk mengurangi risiko memar berlebihan.
4. Dada atau bahu
Area dada dan bahu juga digunakan dalam beberapa praktik bekam untuk membantu meredakan ketegangan otot. Namun, karena lokasinya berdekatan dengan organ penting seperti jantung dan paru-paru, tindakan pada area tersebut perlu dilakukan oleh praktisi yang berpengalaman.
5. Kepala atau wajah
Bekam di kepala dan wajah relatif jarang dilakukan karena area tersebut memiliki banyak pembuluh darah kecil dan lebih sensitif. Jika dilakukan, diperlukan teknik yang tepat serta peralatan yang steril dan praktisi terlatih.
Meski sebagian orang merasa lebih rileks setelah menjalani bekam, terapi ini tetap memiliki risiko. Efek samping yang dapat muncul antara lain memar, nyeri ringan, kemerahan, bengkak, pusing, mual, luka, perdarahan ringan, hingga infeksi kulit.
Alodokter juga mengingatkan agar kondisi kesehatan, riwayat penyakit, penggunaan obat-obatan, serta kondisi khusus seperti kehamilan dipertimbangkan sebelum menjalani bekam.
Bekam juga tidak seharusnya digunakan sebagai pengganti pengobatan medis, terutama untuk penyakit berat atau kronis. Kebersihan alat dan kompetensi praktisi menjadi hal penting untuk mengurangi risiko.
Jika setelah menjalani bekam muncul keluhan seperti nyeri hebat, pusing atau tanda infeksi pada kulit, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....