Berapa Target Tabungan Ideal di Usia 30–40 Tahun? Ini Rekomendasi Ahli Keuangan
- 30 Jul 2026 16:51 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Jakarta - Memasuki usia 30 hingga 40 tahun, kondisi keuangan seseorang umumnya mulai memasuki fase yang lebih kompleks. Pada rentang usia ini, banyak orang mulai membangun keluarga, membeli rumah, mempersiapkan dana pendidikan anak, hingga merencanakan masa pensiun.
Karena itu, memiliki target tabungan yang jelas menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kesehatan finansial. Sejumlah pakar keuangan menilai bahwa target tabungan tidak semata-mata diukur dari nominal tertentu, melainkan dari perbandingannya terhadap penghasilan tahunan. Dengan pendekatan tersebut, setiap orang dapat memiliki target yang lebih realistis sesuai tingkat pendapatan masing-masing.
Dikutip dari OCBC, menurut pedoman yang dikembangkan oleh Fidelity Investments, seseorang yang berusia 30 tahun idealnya telah memiliki tabungan dan investasi senilai minimal satu kali penghasilan tahunannya. Sementara pada usia 40 tahun, jumlah tersebut disarankan meningkat menjadi sekitar tiga kali penghasilan tahunan sebagai bekal menuju masa pensiun yang lebih aman.
Sebagai contoh, apabila seseorang memiliki penghasilan Rp120 juta per tahun, maka target tabungan dan investasi yang dapat dijadikan acuan adalah sekitar Rp120 juta saat memasuki usia 30 tahun, dan sekitar Rp360 juta ketika menginjak usia 40 tahun. Angka tersebut bukan aturan mutlak, melainkan panduan untuk membantu mengevaluasi kesiapan finansial jangka panjang.
Selain mengejar target tabungan, para perencana keuangan juga mengingatkan pentingnya membangun dana darurat yang setara dengan enam hingga dua belas bulan pengeluaran, terutama bagi mereka yang telah berkeluarga atau memiliki tanggungan. Dana darurat berfungsi sebagai perlindungan ketika terjadi kondisi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kebutuhan medis mendesak.
Di sisi lain, masyarakat juga dianjurkan untuk tidak hanya mengandalkan tabungan di rekening. Mengalokasikan sebagian dana ke instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dapat membantu menjaga nilai aset dari dampak inflasi sekaligus memberikan peluang pertumbuhan dalam jangka panjang. Namun, keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan tujuan keuangan, kemampuan, dan toleransi risiko masing-masing individu.
Para ahli juga menekankan bahwa pencapaian target keuangan setiap orang dapat berbeda. Faktor seperti besarnya pendapatan, jumlah tanggungan keluarga, lokasi tempat tinggal, hingga kondisi ekonomi akan memengaruhi kemampuan seseorang dalam menabung. Oleh karena itu, target tabungan sebaiknya dijadikan sebagai pedoman, bukan sebagai tolok ukur untuk membandingkan diri dengan orang lain.
Memiliki kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan secara konsisten, mengendalikan pengeluaran konsumtif, serta meningkatkan kemampuan finansial melalui investasi yang bijak menjadi langkah penting untuk mencapai kestabilan ekonomi. Dengan perencanaan yang matang sejak usia produktif, masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai kebutuhan di masa depan, termasuk memasuki masa pensiun dengan kondisi keuangan yang lebih aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....