Bank Sentral Turki Lepas 60 Ton Emas Ditengah Konflik Iran

  • 30 Mar 2026 16:15 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis — Bank sentral Turki dilaporkan menjual dan menukar (swap) sekitar 60 ton emas dalam dua pekan pertama sejak pecahnya konflik di Iran. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan kebutuhan likuiditas akibat ketidakpastian global.

Mengutip laporan Bloomberg yang dilansir Investing, nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 8 miliar dolar AS. Data cadangan menunjukkan penurunan signifikan, yakni sekitar 6 ton pada pekan pertama dan lebih dari 52 ton pada pekan berikutnya. Penurunan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam waktu singkat dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagian emas dijual langsung ke pasar, sementara sebagian lainnya digunakan dalam skema swap guna memperoleh likuiditas dalam bentuk valuta asing maupun mata uang domestik. Kebijakan ini mencerminkan upaya otoritas moneter Turki dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, khususnya dalam menghadapi tekanan nilai tukar dan inflasi.

Langkah tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik Iran tidak hanya berdampak pada sektor keamanan, tetapi juga memicu volatilitas di pasar keuangan global, termasuk komoditas emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Sejumlah analis menilai, aksi penjualan emas oleh bank sentral Turki berpotensi menekan harga emas dunia. Pasalnya, di tengah kondisi global yang tidak menentu—yang biasanya mendorong kenaikan harga emas—justru terjadi peningkatan pasokan dari cadangan negara.

Di sisi lain, kebijakan ini juga memunculkan spekulasi bahwa bank sentral negara lain dapat mengambil langkah serupa jika tekanan ekonomi terus berlanjut. Dengan situasi geopolitik yang masih berkembang, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati arah kebijakan moneter serta pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....