Perputaran Uang Lebaran 2026 Diproyeksi Capai Rp161,8 Triliun

  • 26 Mar 2026 12:36 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Jakarta — Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan kembali menjadi penggerak utama perekonomian nasional. Perputaran uang selama periode Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai hingga Rp161,8 triliun.

Dilansir dari Marketeers.com, proyeksi tersebut disampaikan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang melihat tingginya aktivitas masyarakat selama mudik dan libur Lebaran sebagai faktor utama pendorong peredaran uang di berbagai sektor.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menjelaskan besarnya perputaran uang ini dipengaruhi oleh jumlah pemudik yang mencapai jutaan orang di seluruh Indonesia. Setiap keluarga diperkirakan membawa dana dalam jumlah cukup besar untuk memenuhi berbagai kebutuhan selama Lebaran.

Pengeluaran masyarakat meningkat untuk berbagai keperluan, mulai dari transportasi, bahan bakar, hingga konsumsi rumah tangga seperti makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, tradisi berbagi seperti pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), zakat, dan sedekah juga turut mendorong tingginya perputaran uang.

Tidak hanya itu, aktivitas ekonomi di daerah tujuan mudik juga mengalami peningkatan signifikan. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diprediksi akan merasakan dampak positif dari meningkatnya kunjungan masyarakat ke kampung halaman.

Sektor kuliner, pariwisata, hingga perdagangan oleh-oleh menjadi beberapa sektor yang paling diuntungkan selama periode Lebaran. Kondisi ini turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada kuartal pertama tahun 2026.

Selain itu, peningkatan konsumsi masyarakat selama Lebaran diperkirakan berada di kisaran 10 hingga 15 persen dibandingkan hari biasa. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa momentum Idulfitri masih menjadi salah satu pendorong utama pergerakan ekonomi domestik.

Meski demikian, pemerintah diharapkan tetap menjaga stabilitas pasokan energi dan kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Dengan kondisi yang kondusif, perputaran uang selama Lebaran diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi perekonomian nasional.

Momentum ini sekaligus menjadi peluang bagi daerah untuk menggerakkan ekonomi lokal, terutama melalui sektor UMKM dan pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....