Bukan Dolar, Inilah Mata Uang Tertinggi di Dunia

  • 30 Jan 2026 06:34 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Dunia memiliki berbagai mata uang, tetapi tidak semuanya memiliki nilai yang sama di pasar internasional. Beberapa mata uang memiliki nilai tukar yang sangat tinggi dibandingkan dolar AS, menjadikannya unik dan menarik untuk diketahui.

Dilansir dari Forbes, berikut deretan mata uang tertinggi di dunia saat ini:

1. Dinar Kuwait (KWD)

Dinar Kuwait menjadi mata uang terkuat di dunia. 1 KWD setara dengan sekitar $3,25 USD. Mata uang ini digunakan di Kuwait, negara kecil di Timur Tengah yang kaya minyak. Kestabilan ekonomi dan cadangan minyak yang besar membuat dinar Kuwait sangat kuat.

2. Dinar Bahrain (BHD)

Bahrain juga menggunakan dinar sebagai mata uangnya. 1 BHD setara dengan sekitar $2,65 USD. Nilainya tinggi karena stabilitas ekonomi dan sistem keuangan negara yang maju.

3. Rial Oman (OMR)

Rial Oman memiliki nilai sekitar $2,60 USD per 1 OMR. Mata uang ini kuat berkat ekonomi Oman yang stabil, serta cadangan minyak dan gas yang menjadi sumber pendapatan utama.

4. Dinar Yordania (JOD)

Dinar Yordania memiliki nilai sekitar $1,41 USD. Meskipun negara ini relatif kecil dan tidak kaya sumber daya, nilai tukar mata uangnya tetap tinggi berkat kebijakan ekonomi yang stabil dan kurs yang dipatok terhadap dolar AS.

5. Pound Inggris (GBP)

Pound Sterling adalah mata uang tertua dan masih digunakan di Inggris. Nilainya sekitar $1,25–$1,30 USD. Stabilitas politik dan ekonomi Inggris membuat pound tetap menjadi salah satu mata uang terkuat dunia.

6. Euro (EUR)

Euro digunakan oleh 19 negara di zona Euro, termasuk Jerman dan Perancis. 1 EUR setara dengan sekitar $1,08–$1,10 USD. Kekuatan euro berasal dari ekonomi gabungan negara-negara anggota yang besar dan stabil.

7. Swiss Franc (CHF)

Swiss Franc dikenal sebagai mata uang yang stabil dan “safe haven” bagi investor. 1 CHF setara dengan sekitar $1,12 USD. Stabilitas ekonomi, sistem perbankan, dan kebijakan fiskal Switzerland mendukung nilai tukarnya.

Mata uang dengan nilai tinggi tidak selalu mencerminkan kekayaan negara, tetapi biasanya menandakan stabilitas ekonomi dan rendahnya inflasi. Negara-negara kecil dengan sumber daya penting, seperti minyak, sering memiliki mata uang dengan nilai tinggi.

Rekomendasi Berita