Lapangan Gas JTB Perkuat Transformasi Digital, IoT dan Artificial Intelligence

  • 01 Okt 2026 16:19 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) yang dioperatori PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 terus membuka ruang bagi penguatan transformasi digital untuk mendukung operasi yang semakin modern, terintegrasi dan berbasis data. Sebagai plant yang relatif baru dengan proses pengolahan gas yang kompleks, JTB memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan pemanfaatan Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), data analytics dan berbagai teknologi digital lainnya.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Management Walk Through (MWT) Tim Pertamina Digital Hub di Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru, Desa Bandungrejo, Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat langsung aktivitas operasional sekaligus membuka komunikasi mengenai kebutuhan dan peluang pemanfaatan teknologi digital di lapangan.

General Manager PEPC Zona 12, Rahmat Ali Hakim mengatakan, karakter JTB sebagai plant yang relatif baru menjadi modal penting untuk membangun budaya operasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. "Jambaran-Tiung Biru ini merupakan plant yang relatif baru dengan proses yang cukup kompleks, karena kita memproses raw gas menjadi sales gas. Di dalam prosesnya juga terdapat side product dan material hasil pengolahan yang membutuhkan pengendalian secara baik," ujarnya, Rahmat, Kamis 1 Oktober 2026.

Menurut Hakim, transformasi digital ke depan tidak hanya menyangkut konektivitas perangkat, tetapi juga pemanfaatan AI untuk mengoptimalkan proses, membaca pola data operasi, mendukung predictive maintenance, dan membantu pengambilan keputusan. Ia menegaskan, transformasi tersebut harus berjalan seiring dengan budaya keselamatan yang kuat di JTB.

"Ketika kita berbicara tentang digitalisasi, IoT maupun AI, semuanya harus memperkuat safety, bukan sebaliknya," ujarnya.

Kesiapan ini juga didukung karakter SDM JTB yang relatif muda, dengan mayoritas pekerja dari kelompok usia Gen Z yang dinilai juga dekat dengan teknologi dan terbuka terhadap inovasi.

Sementara itu, SVP Pertamina Digital Hub Ignatius Sigit Pratopo mengatakan, transformasi digital harus berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan dan memberikan manfaat langsung bagi pekerja maupun operasi.

"Kami perlu melihat langsung kebutuhan di lapangan, mendengarkan pengalaman para pekerja, serta mengidentifikasi ruang penguatan yang dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital," ujarnya.

Menurutnya, kombinasi IoT, AI dan data analytics membuka peluang membangun operasi yang semakin terkoneksi dan mampu memanfaatkan data secara lebih optimal.

Penguatan digitalisasi ini berjalan berdampingan dengan budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) di perusahaan. Dalam MWT, Tim Pertamina Digital Hub bersama dengan manajemen lapangan gas JTB melakukan komunikasi langsung dengan pekerja lapangan untuk mendapatkan masukan mengenai kondisi operasi dan berbagai permasalahan yang ditemui di lapangan, memperkuat fondasi organisasi pembelajar menuju operasi yang data-driven, predictive, connected dan intelligent, dengan keselamatan tetap menjadi prioritas.

Bagi JTB, perpaduan antara teknologi, kapabilitas SDM, dan budaya keselamatan merupakan fondasi dalam membangun organisasi yang terus belajar dan beradaptasi. Transformasi digital diharapkan tidak sekadar menghadirkan perangkat atau aplikasi baru, tetapi juga mendorong cara kerja yang semakin data-driven, predictive, connected, dan intelligent, dengan keselamatan tetap menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah menjaga ketahanan energi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....