Tujuh Ratus Mangrove Ditanam di Marine Dumai, PHR Perkuat Komitmen Lingkungan
- 08 Agt 2026 00:48 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan aksi penanaman 700 pohon mangrove di kawasan Pelabuhan (Marine) Dumai, Kamis 6 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Aksi ini dilaksanakan bersama Pemerintah Kota Dumai, instansi maritim, serta sejumlah pemangku kepentingan di kawasan pesisir.
Penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi menjadi bagian dari strategi pengelolaan lingkungan PHR dalam mendukung pemenuhan dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL), sekaligus memperkuat pencapaian target Environmental Excellence di wilayah operasi Zona Rokan.
Mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami kawasan pesisir. Keberadaan ekosistem ini membantu mengurangi risiko abrasi, menahan gelombang pasang, mencegah erosi, serta menjadi habitat berbagai biota laut.
Senior Manager HSE Operations Zona Rokan, I Nyoman Widaryantha Naya, mengatakan PHR berkomitmen memastikan kegiatan operasional perusahaan berjalan sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Ekosistem mangrove memiliki peran penting sebagai penyerap karbon biru (blue carbon) yang efektif untuk menekan emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Lewat penanaman 700 bibit mangrove ini, kami menegaskan komitmen berkelanjutan PHR untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi keanekaragaman hayati, sekaligus menahan laju abrasi dan memberikan nilai tambah ekologi bagi masyarakat sekitarnya,” ujar I Nyoman.
Menurutnya, menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama antara perusahaan, pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat. Penanaman mangrove diharapkan menjadi penggerak budaya peduli lingkungan dalam berbagai aktivitas.
“Saya mengajak seluruh pekerja dan mitra kerja PHR untuk tidak hanya menjadi bagian dari penyedia energi bagi negeri, tetapi juga menjadi penggerak yang aktif merawat benteng pesisir kita. Mari kita jadikan nilai-nilai keberlanjutan (sustainability) sebagai gaya hidup, demi memperkokoh warisan lingkungan yang bersih, aman, dan lestari bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Selain berfungsi sebagai penyerap karbon, ekosistem mangrove juga memiliki manfaat ekologis lain, seperti mendukung rantai makanan laut, meningkatkan keberadaan biota perairan, serta menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Marine Dumai tersebut diawali dengan seremoni pembukaan di ICC Room, dilanjutkan pemaparan program lingkungan oleh tim HSE, penyerahan plakat penghargaan antarinstansi, hingga penanaman mangrove secara simbolis oleh para pimpinan instansi yang hadir.
Pemerintah Kota Dumai turut memberikan apresiasi atas kontribusi PHR dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Dumai, Muhammad Yunus, mengatakan keberadaan mangrove memiliki arti penting bagi wilayah pesisir Dumai.
“Pentingnya mangrove untuk benteng alam yang menahan abrasi, apalagi garis pantai Dumai sangat panjang. Pada kesempatan ini, kami sampaikan terima kasih atas kepedulian yang tak hanya pada sektor energi, tetapi juga lingkungan. Kita masih bersama-sama menjaga pantai karena Dumai adalah area pesisir,” ungkap Muhammad Yunus.
Ia menambahkan, mangrove memiliki fungsi sebagai penyerap karbon sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat dan berbagai jenis hewan laut.
“Mangrove ini sebagai paru-paru yang bisa menyerap karbon, serta berfungsi sebagai sumber kehidupan yang manfaatnya akan diterima oleh generasi kita, warga, serta kelangsungan hidup manusia dan hewan laut. Kami berterima kasih dan mengapresiasi inisiatif ini melalui program yang berjalan,” katanya.
Pemilihan lokasi penanaman mangrove di kawasan operasional Marine Dumai memberikan keuntungan strategis karena proses pemantauan dan pemeliharaan dapat dilakukan secara berkala. Keberadaan ekosistem mangrove yang semakin baik juga berpotensi mendukung aktivitas masyarakat pesisir, termasuk peningkatan ketersediaan komoditas perikanan seperti ikan dan kepiting serta peluang pengembangan ekowisata.
Program penanaman mangrove tersebut telah dipersiapkan sejak Mei 2026 melalui berbagai tahapan, mulai dari survei kelayakan lokasi, koordinasi dengan pemangku kepentingan, hingga persiapan aspek keselamatan kerja agar kegiatan berjalan optimal.
Ke depan, PHR berkomitmen melanjutkan program pengelolaan lingkungan terpadu di seluruh wilayah kerja Zona Rokan. Upaya tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap target Net Zero Emission melalui pengembangan potensi penyerap karbon alami.
Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, penanaman mangrove di Marine Dumai diharapkan tidak hanya menjaga pesisir hari ini, tetapi juga menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang. (rls)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....