Ekraforia 2026 Gandeng ICCN dan Kemenko PM Perkuat Ekraf Bengkalis

  • 05 Agt 2026 17:08 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama Bengkalis Creative Network (BCN) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Ekraforia 2026 yang akan digelar pada 14-16 Agustus mendatang. Menjelang pelaksanaan event ekonomi kreatif tersebut, BCN bersama Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) menjalin kolaborasi strategis dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) guna memperkuat pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bengkalis.

Pertemuan strategis itu berlangsung di Jakarta, Selasa 4 Agustus 2026 dalam dua agenda terpisah. Rombongan Bengkalis yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Ardiansyah bersama Ketua BCN Riza Zuhelmy, Bendahara BCN Dendy Ariandi, serta Project Manager Ekraforia Berry Arneldi, terlebih dahulu bertemu jajaran ICCN di LPP TVRI.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum ICCN yang juga Direktur Utama LPP TVRI sekaligus Komisaris BUMN InJourney, Fiki Satari, didampingi Sekretaris Eksekutif ICCN Mario Devys.

Pada hari yang sama, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan disambut Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison beserta jajaran.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah, komunitas kreatif, jejaring nasional, dan pemerintah pusat agar pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bengkalis berjalan lebih terarah, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, menegaskan kekuatan utama pembangunan kota kreatif terletak pada komunitas yang mampu menjaga keberlanjutan gerakan kreatif meski terjadi pergantian pemerintahan.

"Forum lintas komunitas kreatif menjadi yang paling penting karena akan mengawal masyarakat madani. Pemerintah boleh berganti, tetapi ketika komunitas tetap kompak, sepakat, dan semangat, maka aktivitas kreatif masyarakat akan terus berjalan," ujarnya, Rabu 5 Agustus 2026.

Fiki menyatakan ICCN siap mendampingi Kabupaten Bengkalis dalam proses menuju kabupaten kreatif. Pendampingan akan dimulai dengan pemetaan DNA daerah, potensi wilayah, hingga ekosistem lokal sebagai dasar penyusunan strategi pembangunan ekonomi kreatif.

Selain itu, ICCN juga siap memberikan pendampingan mulai dari pemetaan potensi, navigasi kebijakan, peningkatan kapasitas, hingga membuka akses komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun internasional.

Ia turut mengapresiasi gagasan penyelenggaraan Ekraforia di kawasan bekas Penjara Belanda yang dinilai mampu menghidupkan kembali bangunan bersejarah menjadi ruang kolaborasi ekonomi kreatif.

"Inisiatif Ekraforia yang digagas Bengkalis Creative Network bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dapat membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif dan kolaboratif. Pemanfaatan bekas Penjara Belanda sebagai lokasi kegiatan juga menjadi langkah tepat untuk menghidupkan bangunan sejarah menjadi ruang kreasi, kolaborasi, dan ekonomi daerah," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis sekaligus undangan menghadiri Ekraforia ke-II.

Menurutnya, pemanfaatan aset pemerintah berupa bekas Penjara Belanda sebagai lokasi penyelenggaraan event merupakan contoh inovasi yang patut diapresiasi.

"Yang langsung menarik perhatian saya, acaranya diselenggarakan di bekas Penjara Belanda yang kini direvitalisasi menjadi ruang ekonomi kreatif yang hidup. Itu bukan sekadar pilihan lokasi yang unik, tetapi menunjukkan bahwa aset idle pemerintah daerah memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Leontinus juga menawarkan konsep Perintis Berdaya Connect untuk diterapkan di Kabupaten Bengkalis agar Ekraforia tidak hanya menjadi ajang pameran dan pertunjukan, tetapi juga mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, mentor, hingga akses pembiayaan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

"Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci agar program pemberdayaan benar-benar mengakar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tegasnya.

Plt Kepala Disparbudpora Bengkalis, Ardiansyah, menjelaskan bahwa kunjungan ke ICCN dan Kemenko PM merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam memperkuat pembangunan ekonomi kreatif melalui kolaborasi nasional, sebagaimana arahan Bupati Bengkalis Kasmarni.

"Sesuai arahan Bupati Bengkalis melalui Dispora untuk meningkatkan perekonomian masyarakat serta ekonomi kreatif di Kabupaten Bengkalis. Kami melakukan konsultasi sekaligus meminta pendampingan kepada ICCN terkait pengembangan kota kreatif di Kabupaten Bengkalis, tujuannya tentu untuk mendongkrak perekonomian daerah melalui inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif," jelas Ardiansyah.

Menurutnya, Ekraforia menjadi wadah bagi para pelaku dan komunitas kreatif di Bengkalis untuk tumbuh bersama sehingga mampu menjadi identitas baru daerah dalam sektor industri kreatif.

Ardiansyah menambahkan, pembahasan bersama Kemenko PM juga difokuskan pada penyelarasan program pemerintah pusat hingga daerah, terutama dalam penguatan UMKM.

"Kami ingin UMKM di Bengkalis tumbuh, mandiri, dan profesional. Nantinya akan ada program pembimbingan, pendampingan, hingga membuka akses kolaborasi dengan berbagai supplier agar UMKM Bengkalis mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan global," katanya.

Ketua Bengkalis Creative Network, Riza Zuhelmy, menilai kolaborasi dengan ICCN dan Kemenko PM menjadi momentum penting dalam membangun fondasi ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Bengkalis.

"Ekraforia bukan sekadar festival, tetapi gerakan bersama membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Kami percaya kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, pelaku usaha, dan jejaring nasional akan menjadi fondasi kuat untuk mendorong Bengkalis sebagai kabupaten kreatif," tegas Riza.

Ia berharap dukungan dari ICCN dan Kemenko PM mampu membuka akses jejaring, investasi, peningkatan kapasitas pelaku kreatif, sekaligus menjadikan Ekraforia sebagai etalase potensi ekonomi kreatif Bengkalis di tingkat nasional.

"Harapan kami, momentum ini semakin memperkuat identitas Bengkalis sebagai daerah kreatif yang mampu mengintegrasikan potensi budaya, sejarah, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Diketahui, Ekraforia 2026 akan digelar pada 14-16 Agustus 2026 di kawasan Jail Huis Van Bewaring atau bekas Penjara Belanda, Jalan Pahlawan, Kelurahan Bengkalis Kota, Kecamatan Bengkalis.

Berbagai agenda akan meramaikan kegiatan tersebut, di antaranya Creative Gallery, Maker Space, Creative Stage, Local Market, Creative Connect, serta Ekrafo Run, yang diharapkan menjadi magnet baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di Kabupaten Bengkalis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....