PHR Zona 4 Catat Kinerja Positif Semester I 2026, Produksi Minyak Capai 27.500 BOPD
- 15 Jul 2026 18:37 WIB
- Bengkalis
Poin Utama
- PHR
- Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat kinerja produksi yang positif
RRI.CO.ID, Bengkalis. - Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat kinerja produksi yang positif sepanjang Semester I 2026 dengan produksi minyak mencapai 27.500 barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 506 MMSCFD. Hingga 30 Juni 2026, perusahaan juga telah merealisasikan 27 sumur pengembangan, yang menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 1.549 BOPD atau 125 persen dari target year to date (YTD) yang ditetapkan dalam Work Program & Budget (WP&B) 2026.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi di lapangan migas yang telah memasuki fase mature, PHR Zona 4 menerapkan berbagai strategi, di antaranya step out drilling dan dual completion. Strategi step out drilling dilakukan di empat lapangan Pertamina EP, yakni Adera, Prabumulih, Ramba, dan Limau, guna mencari potensi cadangan baru di luar area yang telah terbukti produktif.
General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan setiap kegiatan pengeboran tidak hanya ditujukan untuk menambah produksi, tetapi juga membuka peluang penemuan cadangan baru demi mendukung keberlanjutan operasi perusahaan dan ketahanan energi nasional.
"Ide besar pengeboran yang dilakukan PHR Zona 4 adalah setiap pengeboran tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi juga membuka peluang penemuan cadangan baru guna mendukung keberlanjutan operasi perusahaan dan ketahanan energi nasional di masa mendatang," ujar General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto, Selasa 14 Juni 2026.
Selain itu, metode dual completion diterapkan pada beberapa sumur di Adera Field dan Prabumulih Field. Teknologi ini memungkinkan produksi dari dua reservoir melalui satu sumur sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan optimalisasi perolehan hidrokarbon.
"Melalui penerapan strategi step out drilling dan dual completion, kami berupaya mengoptimalkan potensi lapangan yang telah mature sekaligus meningkatkan produksi minyak dan gas secara berkelanjutan. Kami menargetkan setiap pimpinan field mampu menjaga laju natural decline pada kisaran 15–20 persen melalui optimalisasi artificial lift, fasilitas permukaan, dan infrastruktur pendukung lainnya. Dengan demikian, keberhasilan pengeboran sumur baru benar-benar menjadi tambahan produksi, bukan sekadar menggantikan penurunan alamiah," jelas Djudjuwanto.
Sepanjang 2026, PHR Zona 4 menargetkan 100 sumur pengembangan dengan tambahan produksi minyak sebesar 4.479 BOPD. Di sisi lain, perusahaan juga fokus menekan laju natural decline melalui perawatan sumur, optimalisasi artificial lift, serta peningkatan kinerja fasilitas produksi.
Dalam aspek keselamatan kerja, PHR Zona 4 memperkuat budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) melalui penerapan Stop Work Authority (SWA), pemberdayaan pekerja lini terdepan dalam memimpin safety briefing, serta penyampaian pesan keselamatan menggunakan bahasa daerah agar lebih mudah dipahami seluruh pekerja. Dengan berbagai strategi tersebut, PHR Zona 4 optimistis dapat menjaga keberlanjutan produksi migas sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
"Peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan penerapan budaya HSSE yang kuat. Keselamatan merupakan tanggung jawab seluruh pekerja, sehingga setiap individu memiliki hak untuk menghentikan pekerjaan apabila menemukan kondisi yang berpotensi tidak aman. Kami berkomitmen menjaga keberlanjutan produksi migas melalui inovasi, efisiensi operasi, serta penerapan standar keselamatan yang tinggi sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional," tutur Djudjuwanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....