Muharram Jadi Momentum Naik Kelas dalam Syiar

  • 19 Jun 2026 10:52 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Webinar bertajuk “Muharram: Naik Kelas dalam Syiar” yang diikuti leader Arminareka dan komunitas Armina Daily dari berbagai daerah menjadi momentum memperkuat peran para mitra sebagai penggerak syiar haji dan umrah di tengah masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadirkan pemateri Nabila Fitri yang mengajak peserta memanfaatkan bulan Muharram sebagai waktu untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih produktif, berani, dan konsisten dalam mengedukasi masyarakat tentang ibadah haji dan umrah.

Dalam pemaparannya, Nabila menegaskan bahwa seorang pegiat syiar tidak cukup hanya menjadi penyampai informasi atau penjual paket perjalanan ibadah, tetapi harus mampu menjadi penggerak yang memberikan manfaat dan pendampingan kepada calon jamaah.

"Muharram adalah momentum untuk naik kelas dari sekadar penjual menjadi penggerak yang membantu masyarakat menuju Baitullah. Tugas kita bukan hanya menawarkan program, tetapi juga mengedukasi dan mendampingi masyarakat agar berani mengambil langkah menuju haji dan umrah," ujar Nabila.

Ia menjelaskan, banyak masyarakat yang sebenarnya memiliki keinginan untuk berangkat ke Tanah Suci, namun masih terkendala minimnya informasi, perencanaan, maupun keberanian untuk mengambil keputusan. Karena itu, para leader dan mitra diharapkan aktif melakukan syiar baik secara daring maupun luring melalui edukasi yang berkelanjutan.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Peserta dari Padang, Denti Welni, mengajukan pertanyaan mengenai pengalaman calon jamaah yang telah diberikan edukasi dan pendampingan, namun akhirnya memilih mendaftar melalui travel lain.

Menanggapi hal tersebut, Nabila mengingatkan agar para pegiat syiar tidak mudah berkecil hati. Menurutnya, tugas utama seorang penyiar adalah membuka wawasan dan membantu masyarakat memahami pentingnya merencanakan ibadah ke Tanah Suci.

"Bisa jadi kita yang menanam benihnya, sementara orang lain yang memanen. Yang terpenting adalah terus memberikan manfaat, menjaga silaturahmi, dan tidak berhenti bergerak hanya karena satu penolakan," katanya.

Sementara itu, peserta dari Pekanbaru, Reni Arya Putri, menanyakan strategi menawarkan program Haji Plus kepada masyarakat. Menjawab pertanyaan tersebut, Nabila menekankan pentingnya pendekatan edukatif dibandingkan sekadar menawarkan harga atau paket perjalanan.

Menurutnya, calon jamaah perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengamankan porsi haji sejak dini, manfaat memperoleh kepastian keberangkatan, serta nilai ibadah yang terkandung dalam setiap langkah menuju Baitullah.

Menjelang akhir kegiatan, mentor Andyn Akademi, Andi Noviriyanti, memberikan penguatan spiritual melalui materi tentang Perisai Rezeki dan Landasan Garis Kebenaran dalam Rahasia Magnet Rezeki. Ia menjelaskan bahwa garis kebenaran merupakan kondisi ketika seseorang menjaga hubungan yang lurus dengan Allah SWT melalui keimanan, ibadah, kejujuran, dan niat yang benar dalam setiap aktivitas.

Menurut Andin, syiar yang dilakukan dengan niat ibadah dan tujuan membantu sesama akan membuka jalan datangnya keberkahan dan rezeki. Karena itu, para pegiat syiar diingatkan untuk tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga menjaga kualitas hubungan dengan Allah SWT.

"Ketika kita berada di garis kebenaran, menjaga ibadah, akhlak, dan terus memberikan manfaat kepada orang lain, maka rezeki akan mengikuti. Fokuslah menjadi pribadi yang bernilai di hadapan Allah, karena dari situlah keberkahan hidup dan usaha akan bertumbuh," ujarnya.

Webinar ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menjadikan Muharram sebagai momentum naik kelas dalam syiar, memperkuat keberanian mengajak masyarakat menuju Baitullah, serta terus menebar manfaat melalui pelayanan yang tulus dan konsisten.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....