Jangan Menunggu Tua untuk Berhaji, Kisah Agus Salim Jadi Inspirasi Generasi Muda
- 06 Jun 2026 21:34 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Bagi sebagian orang, ibadah haji sering kali dianggap sebagai ibadah yang bisa dilakukan ketika usia sudah lanjut atau setelah memasuki masa pensiun. Namun pandangan tersebut tidak berlaku bagi Agus Salim, pria kelahiran tahun 1992 ini justru memilih mengambil langkah lebih awal dengan mendaftarkan diri untuk mendapatkan porsi Haji Plus.
Keputusan itu lahir dari pengalaman pribadinya saat menjalankan ibadah umrah beberapa waktu lalu. Di Tanah Suci, Agus merasakan secara langsung bagaimana rangkaian ibadah membutuhkan kondisi fisik yang prima. Aktivitas yang padat, cuaca yang cukup panas, serta mobilitas yang tinggi membuatnya sempat mengalami kelelahan hingga tumbang.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga baginya. Agus menyadari ibadah haji memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan umrah, sehingga membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang matang.
Dari situlah muncul tekad untuk tidak menunda impian berhaji. Selagi usia masih muda, tubuh masih sehat, dan tenaga masih kuat, ia ingin mempersiapkan diri lebih awal agar dapat menjalankan ibadah dengan maksimal saat waktunya tiba.
Selain faktor usia dan kesehatan, Agus juga mempertimbangkan kenyamanan selama menjalankan ibadah. Fasilitas yang lebih dekat dengan lokasi ibadah menjadi salah satu alasan dirinya memilih program Haji Plus.
Kepala Kantor Marketing Umrah Arminareka Bengkalis, Nabila Fitri, yang menerima langsung pendaftaran Agus Salim mengatakan keputusan tersebut patut menjadi inspirasi, terutama bagi generasi muda yang sudah memiliki keinginan berhaji tetapi masih menunda langkah awal.
Menurut Nabila, banyak orang beranggapan berhaji harus menunggu usia tua atau kondisi ekonomi yang benar-benar mapan. Padahal, perencanaan yang dilakukan sejak dini justru memberikan peluang lebih besar untuk mewujudkan impian tersebut.
"Agus Salim memberikan contoh ketika niat sudah ada, maka ikhtiar juga harus dimulai. Jangan menunggu tua untuk berhaji. Kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi kesehatan dan kesempatan yang akan kita miliki beberapa tahun ke depan," ujarnya.
Nabila menjelaskan, saat ini masyarakat dapat memperoleh porsi Haji Plus dengan setoran awal sebesar 2.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp36,28 juta. Setelah mendapatkan nomor porsi, sisa setoran sebesar 2.000 dolar Amerika Serikat dapat dilunasi secara bertahap dalam jangka waktu satu tahun.
Menurutnya, program tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mengamankan porsi haji lebih cepat tanpa harus menunggu seluruh biaya terkumpul sekaligus.
Ia menambahkan, masa tunggu Haji Plus saat ini berkisar antara lima hingga tujuh tahun. Waktu tersebut dinilai ideal bagi calon jamaah untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi finansial, kesehatan, maupun pemahaman manasik.
Nabila juga menyebutkan bahwa hingga saat ini sebanyak 1.405 jamaah Arminareka telah menunaikan ibadah haji dalam berbagai tahap keberangkatan. Dengan pengalaman lebih dari 36 tahun melayani tamu Allah, Arminareka terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan ke Tanah Suci.
Kisah Agus Salim menjadi bukti bahwa impian berhaji bukan hanya milik mereka yang sudah lanjut usia. Dengan perencanaan yang baik dan keberanian mengambil langkah pertama, kesempatan menuju Baitullah dapat dipersiapkan sejak muda.
Bagi Agus, mendapatkan porsi haji bukan sekadar urusan administrasi. Itu adalah bentuk kesungguhan untuk menjaga mimpi tetap hidup dan memastikan bahwa ketika panggilan Allah datang, dirinya sudah siap menyambutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....