PHR Andalkan Inovasi Teknologi Jaga Produksi Migas

  • 28 Jan 2026 09:20 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus melakukan berbagai terobosan teknologi dan inovasi untuk menjaga produksi minyak nasional di Wilayah Kerja Rokan, Riau. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen PHR dalam mendukung ketahanan energi nasional, khususnya di lapangan migas yang telah matang.

Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di WK Rokan, Jumat, 23 Januari 2026, Direktur Utama PHR Muhamad Arifin menyampaikan saat ini PHR menyumbang sekitar 26 persen dari total produksi minyak nasional. 

"Sejak alih kelola, PHR juga telah memberikan kontribusi ekonomi melalui setoran PNBP dan pajak sebesar Rp149 triliun serta penyaluran Participating Interest kepada Pemerintah Provinsi Riau". ungkap Arifin.

Menghadapi tantangan sumur migas yang menua, PHR tidak hanya mengandalkan pengeboran sumur sisipan, namun juga menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery melalui metode steamflood di lapangan North Duri Development. Teknologi ini terus dikembangkan melalui inovasi yang dilakukan oleh para pekerja PHR.

Selain itu, PHR juga berhasil menerapkan teknologi Multi-Stage Fracturing di sumur MSF-1 Kota Batak dengan capaian produksi hingga 569 barel minyak per hari. Keberhasilan tersebut direncanakan akan direplikasi pada puluhan sumur baru sepanjang tahun 2026.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengapresiasi langkah PHR yang dinilai mampu menjaga produksi migas di tengah kondisi lapangan yang telah mature. Ia menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan agar produksi tetap optimal tanpa hanya bergantung pada pengeboran sumur baru.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi XII DPR RI juga menyoroti aspek perlindungan lingkungan hidup dan manfaat ekonomi daerah. PHR menegaskan komitmennya menjalankan operasi migas secara selamat, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung target produksi nasional serta memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah operasi.(rls)

Rekomendasi Berita