Kopi Fidia, Komitmen PHR Berdayakan Disabilitas

  • 13 Des 2025 10:48 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Aroma harum kopi menyeruak memenuhi ruangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Daksa Provinsi Riau. Wangi seduhan kopi itu berasal dari tangan terampil Fidia Nurain, salah satu peserta Pelatihan Barista Program Pemberdayaan Komunitas Penyandang Disabilitas Pertamina (Pemko Pesmina) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan.

Dengan gerakan tenang dan presisi, Fidia meracik kopi hingga menghasilkan sajian berkualitas layaknya kafe profesional. Dari secangkir kopi tersebut, tersirat pesan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang untuk melahirkan karya bernilai tinggi.

Baca Juga: SLB Bengkalis Kekurangan Guru Berkebutuhan Khusus

Fidia merupakan penyandang disabilitas daksa yang memiliki kecintaan besar terhadap kopi. Minat itulah yang mendorongnya mengikuti Pelatihan Barista yang diselenggarakan PHR bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).

“Saya memang pecinta kopi. Itu yang mendasari saya ingin belajar lebih dalam tentang kopi, mulai dari proses hingga bagaimana menghasilkan rasa yang berkualitas seperti di kafe-kafe,” ujar Fidia, Jum'at (12/12/2025).

Dalam pelatihan tersebut, Fidia dan peserta lainnya mendapatkan berbagai materi, mulai dari teknik brewing, cupping, hingga latte art. Ia mengaku kini sudah menguasai teknik penyeduhan espresso, meski tetap menemui tantangan saat mempelajari latte art.

“Kalau espresso saya sudah cukup menguasai, tapi yang paling menantang memang belajar latte art,” tuturnya.

Fidia mengapresiasi komitmen PHR dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian kelompok penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan yang diberikan menjadi modal penting untuk membangun masa depan ekonomi yang lebih mandiri.

Baca Juga: SLB Bengkalis Rayakan Hari Disabilitas Internasional Penuh Haru

“Dukungan PHR sangat luar biasa karena benar-benar memfasilitasi kegiatan teman-teman disabilitas,” katanya.

Pelatihan Barista merupakan bagian dari Program Pemko Pesmina PHR pilar ekonomi yang bertujuan membangun ekosistem kelompok disabilitas yang inklusif dan mandiri secara sosial dan ekonomi. Selain pelatihan barista, PHR juga menghadirkan berbagai program lain seperti pelatihan kewirausahaan, content creator, laundry sepatu, bakery dan pastry, serta dukungan infrastruktur berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

CID Manager Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan program tersebut menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kelompok disabilitas di sekitar wilayah operasi.

“Program Pemko Pesmina merupakan salah satu bukti komitmen PHR dalam mendorong kemandirian teman-teman disabilitas. Harapannya, pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas dan ekonomi rekan-rekan disabilitas. Untuk pelatihan barista ini, total pesertanya sebanyak 30 orang,” jelasnya.

Turut Meriahkan Hari Disabilitas Internasional

Fidia bersama peserta Program Pemko Pesmina PHR lainnya turut ambil bagian dalam perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang digelar di UPT Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Daksa Provinsi Riau, Pekanbaru pekan lalu.

Dalam kegiatan tersebut, para penyandang disabilitas menampilkan berbagai karya dan bakat, mulai dari pertunjukan seni tari dan musik hingga sajian kuliner dan seduhan kopi bagi para pengunjung. Penampilan tersebut menunjukkan kemampuan mereka dalam mengembangkan produk bernilai ekonomi.

Selain itu, peringatan HDI di Duri juga menampilkan demonstrasi hasil pelatihan keterampilan dari tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) di Mandau dan Pinggir, yakni SLB Yayasan Hati Terpilih, SLB Bumi Manggalo, dan SLB Aisyiyah. Berbagai keterampilan seperti kriya kayu, menjahit, membatik, tata rias karakter, hingga kerajinan clay dan keramik dipamerkan dalam stand khusus.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, Eji Marlina, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk menampilkan potensi dan kreativitas penyandang disabilitas.

“Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang apresiasi, tetapi juga wujud komitmen bersama dalam mendorong kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Kami berharap sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat terus terjalin,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....