Petani Berancah Bagikan Filosofi Sukses Bertani Cabai Jagung
- 09 Des 2025 16:32 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis : Ustadz Bambang, petani cabai dan jagung di Desa Berancah, menjadi perhatian pemerintah daerah setelah menunjukkan keberhasilan dalam mengembangkan komoditas hortikultura di wilayah pesisir Pulau Bengkalis. Pengetahuannya yang didapat dari Kediri serta latar belakang pondok pesantren menjadi fondasi utama dalam sistem bertaninya.
Dalam sesi dialog bersama Wakil Bupati Bengkalis, Bambang menguraikan filosofi hidup dan prinsip kerja yang selalu ia pegang. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar dan introspeksi diri.
“Kegagalan itu sudah sering saya alami, Pak. Justru ketika ada kegagalan, bukan kita berhenti, tapi itu adalah tantangan bagi kita. Kalau memang semua itu sudah kita lakukan dengan baik, tetap juga masih gagal, berarti memang itu ujian kita,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Ia menegaskan bahwa bekerja sebagai petani merupakan bagian dari ibadah dan cara mencari rezeki yang halal. Filosofi tersebut ia tanamkan pula kepada para pekerjanya.
“Kita sama-sama anak buah, kita sama-sama cari rezeki, bos kita yang di atas,” tukasnya.
Terkait teknik budidaya, Bambang menjelaskan pentingnya memilih bibit cabai yang Tavi (Tahan Virus), baik lokal maupun hibrida, khususnya untuk dataran rendah seperti Bantan. Di lahan liat dan liat pasir yang ia kelola, ia menerapkan sistem tumpang sari cabai dan jagung sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem. Jagung berfungsi menutup biaya perawatan dasar cabai.
Keberhasilan yang diraih Bambang menjadi contoh nyata bahwa potensi pertanian di Pulau Bengkalis sangat besar. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang berani memulai usaha pertanian sehingga kebutuhan cabai yang menjadi penyumbang inflasi dapat dipenuhi dari hasil produksi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....