PHR Optimalkan OT/SCADA, Produksi Migas Aman Selama Ramadan

  • 27 Mar 2025 01:32 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus berinovasi dalam transformasi digital sektor hulu migas dengan memperkuat teknologi Operational Technology (OT)/SCADA.

Upaya ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memastikan ketahanan sistem terhadap ancaman siber, terutama dalam menjaga stabilitas produksi selama bulan Ramadan.

Sebagai operator Blok Rokan, yang menyumbang 24% produksi minyak nasional, PHR menjadikan teknologi sebagai elemen kunci dalam mengelola mature fields.

PHR mengadopsi teknologi canggih seperti Artificial Intelligence (AI), Industrial Internet of Things (IIoT), dan digital twin untuk meningkatkan keandalan operasional. Salah satu inovasi utama adalah penerapan AI-Driven Predictive Maintenance, yang memungkinkan sistem memprediksi potensi kegagalan peralatan vital seperti pompa ESP dan SRP di 12.000 sumur produksi.

"Dengan mengoptimalkan dan mengamankan sistem ini, kami tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan operasi di tengah kompleksitas lapangan mature," ujar General Manager Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko.

Sistem automasi PHR juga memungkinkan distribusi beban terjadwal saat menjelang akhir Ramadan, ketika banyak pekerja mengambil cuti Lebaran. Dengan integrasi data lapangan ke enterprise analytic platform, proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan risiko kehilangan peluang bisnis dapat diminimalkan.

"Kami percaya bahwa teknologi yang terukur dan terlindungi akan membawa Blok Rokan menjadi benchmark operasi migas digital di kawasan Asia Tenggara," tambah Andre.

Di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap infrastruktur energi nasional, PHR mengadopsi strategi keamanan berlapis, termasuk Zero-Trust Architecture. Sistem ini memastikan setiap akses ke jaringan operasional melalui verifikasi ketat, baik dari pihak internal maupun eksternal.

Dalam Forum Kolaboratif OT/SCADA 2025 yang digelar akhir Februari lalu di RCC Rumbai, Kepala SKK Migas Sumbagut, CW. Wicaksono, menegaskan pentingnya penguatan keamanan siber di industri migas.

"Keamanan sistem OT/SCADA adalah prioritas nasional. Kolaborasi PHR dengan mitra teknologi dan regulator menjadi contoh baik bagaimana sektor hulu migas harus beradaptasi di era digital, terutama dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Ini sejalan dengan target pemerintah mencapai produksi 1 juta BOPD dengan operasi yang andal, aman, dan berkelanjutan," ujar CW. Wicaksono.

Dengan dukungan penuh SKK Migas dan mitra strategis, PHR siap menjadi pemimpin dalam transformasi digital sektor migas Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....