Perempuan PHR Berdaya, Wujudkan Kesetaraan di Industri Migas
- 08 Mar 2025 12:43 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Pemandangan perempuan berbalut seragam coverall, berdiri tegap di anjungan minyak, memimpin operasi pengeboran kini bukan lagi anomali di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Di berbagai lini, mulai dari ruang kendali, laboratorium, hingga lapangan terpencil, perempuan Rokan membuktikan kompetensi dan dedikasi mereka dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Dalam peringatan Hari Perempuan Internasional (Women International Day) 2025, yang mengusung tema "Accelerate Action", PHR kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kebijakan inklusif dan kesetaraan gender di tempat kerja.
Jumlah pekerja perempuan terus bertambah di industri migas, termasuk di PHR yang kini mencapai 11% dari total pekerja.
Menurut Sanon Sitanggang, VP Human Capital Regional 1 Sumatera, PHR selalu memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki di semua level pekerjaan.
"Kesempatan di PHR diberikan tanpa memandang gender. Setiap perwira (sebutan pekerja Pertamina) memiliki hak yang sama untuk berkembang, berkarier, dan berkontribusi dalam industri migas," ujarnya Sabtu, (8/3/2025).
PHR telah mengimplementasikan kebijakan kesetaraan gender di berbagai aspek, mulai dari proses rekrutmen hingga promosi jabatan. Perempuan-perempuan Rokan kini bebas berkarya dan meraih impian tanpa terkendala stereotip.
"Dulu, perempuan di industri migas sering dipandang sebelah mata. Tapi di PHR, kompetensi dan kontribusi dinilai setara. Semua pihak memahami bahwa kesetaraan gender berdampak positif bagi perusahaan," tambah Sanon.
Tak hanya itu, PHR juga aktif mengedukasi seluruh perwira tentang pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang saling menghormati. Program "Respectful Workplace" menjadi panduan utama dalam membangun budaya kerja yang inklusif dan harmonis.
"Kami ingin menciptakan ruang kerja yang aman dan nyaman bagi semua. Keberagaman adalah kekuatan, dan kesetaraan adalah kunci harmoni," tegas Sanon.
Peringatan Hari Perempuan Internasional 2025 di PHR menjadi momentum refleksi dan pembuktian bahwa perempuan di industri migas bukan sekadar pelengkap, tetapi juga inovator dan pemimpin masa depan.
PHR membuktikan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar wacana, tetapi telah menjadi bagian dari budaya perusahaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....