Jalan Operasi PHR, Infrastruktur Penting Bagi Masyarakat Riau

  • 10 Feb 2025 08:28 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Industri migas di Riau, khususnya Blok Rokan, telah memberikan kontribusi besar terhadap infrastruktur daerah. Selama puluhan tahun, Blok Rokan tidak hanya menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional, tetapi juga berperan dalam membangun akses transportasi darat di provinsi ini.

Pada awalnya, infrastruktur jalan di daerah operasi Blok Rokan dibangun untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan distribusi minyak di tujuh kabupaten/kota, yakni Pekanbaru, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Dumai. Seiring waktu, jalan-jalan tersebut mulai digunakan oleh masyarakat umum dan menjadi bagian dari infrastruktur publik yang menghubungkan berbagai wilayah di Riau.

"Wilayah-wilayah yang dilintasi jalan operasi Blok Rokan berkembang pesat, roda perekonomian bergerak lebih cepat, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Mochamad Taufan, Pjs GM Zona Rokan, dalam Seminar HPN Swasembada Energi Nasional, Sabtu (8/2/2025).

Keberadaan jalan operasi Blok Rokan telah mendorong perkembangan berbagai sektor di Riau. Pertumbuhan pemukiman, perkantoran, sekolah, serta lahan perkebunan menjadi bukti nyata manfaat dari infrastruktur yang awalnya diperuntukkan bagi kegiatan eksplorasi minyak dan gas.

Saat ini, Pertamina Hulu Rokan (PHR), sebagai pengelola Blok Rokan, berkomitmen untuk menjaga dan merawat jalan-jalan yang telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.

"Perbaikan dan perawatan infrastruktur, terutama jalan, menjadi prioritas PHR demi kelancaran operasi dalam menjaga ketahanan energi nasional. Jalan yang baik juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekitar," tambah Taufan.

Di tengah manfaat besar yang diberikan oleh jalan operasi PHR, muncul berbagai persoalan terkait kondisi jalan umum di Riau yang mengalami kerusakan. Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, memberikan klarifikasi terkait hal ini.

"Kerusakan jalan umum yang terjadi di beberapa wilayah bukan disebabkan oleh kegiatan operasi PHR. PHR memiliki jalannya sendiri untuk operasional. Justru, penyebab utama kerusakan jalan umum adalah kendaraan dari perusahaan industri lain yang membawa muatan berlebih," ujar Edi Basri.

Melihat kondisi ini, PHR mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kualitas jalan agar tetap aman dan nyaman bagi semua pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....