Pemerintah Upayakan Pengurangan Kesenjangan Digital di Wilayah 3T
- 25 Jan 2025 16:45 WIB
- Bengkalis
KBRN, Selatpanjang : Kesenjangan digital, terutama di wilayah yang sulit dijangkau, masih menjadi tantangan besar. Pemerintah berharap program bantuan infrastruktur internet dapat kembali dihadirkan pada tahun 2025. Dengan adanya akses internet yang memadai, masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) diharapkan dapat menikmati teknologi secara lebih merata.
Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika, Abdul Mufid Diskominfo Meranti menyebutkan bahwa pemerintah daerah memiliki peluang besar untuk terlibat dalam program ini melalui sistem informasi PastiBakti yang disediakan oleh Kemkomdigi. Menurutnya, ini adalah langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan digital di wilayah terpencil.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bakti. Ke depan, titik-titik yang belum mendapatkan bantuan akan terus dikejar. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Kita semua tahu bahwa akses internet adalah kebutuhan dasar yang harus dinikmati seluruh masyarakat. Hal ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan digital di daerah terpencil,” ujar Mufid, Senin (20/1/2025).
Sulitnya akses internet di sejumlah wilayah telah menghambat pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat. Salah satu dampaknya dirasakan dalam proses belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti. Minimnya koneksi internet membuat kegiatan pendidikan menjadi kurang optimal.
Bahkan, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolah pelosok seringkali harus dilakukan jauh dari lokasi sekolah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi siswa dan tenaga pengajar. Oleh karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur digital di wilayah 3T menjadi prioritas demi pemerataan akses teknologi di seluruh Indonesia
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....