Siswa SMAN 2 Rupat Telusuri Jejak Sejarah Reino de Rupat
- 03 Okt 2026 06:46 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Puluhan siswa kelas XII SMAN 2 Rupat, Kelurahan Pergam, Kabupaten Bengkalis, mengikuti ekspedisi sejarah melalui kegiatan Kokurikuler Kearifan Lokal Tahun Ajaran 2025/2026, Jumat, 2 Oktober 2026.
Mengenakan pakaian Melayu dan membawa alat tulis serta perangkat dokumentasi, para siswa menelusuri sejumlah situs sejarah di Kelurahan Terkul dan Kelurahan Batu Panjang. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dari sekolah dan dipandu Salikhin, S.Sn., bersama guru pembimbing Tina, Diana, Efendi, Elizar, dan Fakhrima.
Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni kediaman tokoh adat Dato' Abu Lizar bin Alwi Zainal di Kelurahan Terkul. Di tempat tersebut, siswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Reino de Rupat yang disebut dalam Suma Oriental karya Tome Pires pada 1512–1515 sebagai salah satu kekuatan yang berkaitan dengan jalur perdagangan di kawasan Selat Rupat.
Para siswa juga berkesempatan melihat koleksi senjata api dan pedang sundang yang berkaitan dengan perjuangan pada era Kesultanan Siak Sri Indrapura.
Ekspedisi kemudian dilanjutkan ke kawasan Makam Keramat Laut di Jalan Sultan Syarif Kasim. Sebelum memasuki kompleks makam, rombongan membaca Surah Al-Fatihah untuk para syuhada, pejuang Islam, dan guru-guru terdahulu.
"Tanpa perjuangan, sejarah, dan ilmu, mungkin tidak akan ada kita sekarang," ujar Salikhin saat memberikan pemahaman kepada para siswa.
Di lokasi tersebut, siswa mengamati makam Panglima Hitam yang dikenal sebagai panglima era Kesultanan Siak Sri Indrapura serta sejumlah nisan kuno yang diyakini berkaitan dengan saudagar, hulubalang dan pembesar Reino de Rupat pada masa Portugis. Salah satu nisan bahkan diduga merupakan nisan Tun Biajid.
Di bawah bimbingan Jamisri, rekan Dato' Abu Lizar, para siswa kemudian melaksanakan doa dan tabur bunga di kompleks makam tersebut.
Selain memperoleh pembelajaran sejarah, siswa juga melihat langsung dampak abrasi yang mengancam kawasan bersejarah. Jalan Sultan Syarif Kasim yang dahulu menjadi jalur pesisir penghubung kawasan Pajak, yang kini dikenal sebagai Batu Panjang, menuju Terkul, kini terputus akibat abrasi Selat Rupat.
Dato' Abu Lizar mengatakan, kawasan tersebut memiliki nilai sejarah penting karena Selat Rupat sejak dahulu menjadi jalur strategis lalu lintas maritim.
"Dulu di depan Reino de Rupat inilah kapal-kapal Portugis melintas, karena Rupat adalah pusat maritim. Selat ini adalah jalur strategis yang hingga kini dilalui kapal-kapal tanker menuju Dumai," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan dan abrasi tidak hanya mengancam akses masyarakat, tetapi juga keberadaan situs-situs sejarah yang berada di sepanjang pesisir.
"Tapi lihat, jalan lintas pesisir Sultan Syarif Kasim dari Pajak ke Terkul saja sudah putus karena abrasi, apalagi makam-makam tua ini," lanjut Dato' Abu Lizar.
Ekspedisi dilanjutkan ke Makam Keramat Darat di Jalan Keramat, kawasan Kelurahan Batu Panjang/Terkul. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama di situs makam Tun Telanai yang dikenal masyarakat sebagai Keramat Darat sekitar pukul 10.30 WIB.
Majelis guru SMAN 2 Rupat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Pihak sekolah berharap Kokurikuler Kearifan Lokal dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan melibatkan tokoh adat dan masyarakat yang memahami sejarah Pulau Rupat.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi pembelajaran di luar kelas, tetapi juga menumbuhkan kepedulian siswa terhadap sejarah, budaya Melayu dan keberadaan situs-situs bersejarah yang kini menghadapi ancaman abrasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....