Jenang Jadi Tradisi Pernikahan Warga Bantan Bengkalis
- 02 Okt 2026 21:03 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Jenang menjadi salah satu makanan tradisional yang masih dipertahankan masyarakat di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Makanan berbahan dasar tepung ketan tersebut menjadi bagian yang selalu hadir dalam pesta pernikahan di sejumlah desa.
Ketua Pemuda Jemaah Masjid Al-Falah Dusun Meranti Belah, Desa Bantan Tengah, Agus Supriadi, mengatakan pembuatan jenang merupakan tradisi yang dilakukan secara turun-temurun. Tradisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan hidangan dalam pesta pernikahan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
“Untuk pembuatan jenang yang merupakan tradisi turun-temurun dalam rangka pesta pernikahan. Pembuatan jenang dalam pesta pernikahan tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga mengembangkan kebersamaan, gotong royong, serta doa dan harapan agar kedua mempelai dapat membangun rumah tangga yang rukun, sabar, dan penuh keberkahan," ungkap Agus, Jumat 2 Oktober 2026 kepada rri.
Proses pembuatan jenang masih menggunakan cara tradisional. Bahan yang disiapkan antara lain tepung beras ketan, gula merah atau gula pasir, santan dan sedikit garam. Tepung ketan dicampur dengan santan agar tidak menggumpal, sementara gula dicairkan dan disaring sebelum dicampurkan ke dalam adonan.
Seluruh bahan kemudian dimasak menggunakan api hingga adonan mengental. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar dua hingga empat jam dan adonan harus terus diaduk agar tidak gosong serta menghasilkan tekstur jenang yang lembut dan matang sempurna.
Menurut Agus, keterlibatan masyarakat dalam pembuatan jenang menjadi bagian penting dari tradisi tersebut. Kegiatan dilakukan secara gotong royong sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga serta memanjatkan doa dan harapan bagi kedua mempelai dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....