Pasar Seni Slaksa 2026 Satukan Seni, UMKM dan Musisi di Bantan
- 24 Agt 2026 15:39 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Pasar Seni Slaksa 2026 di Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, berlangsung meriah. Mengusung tema “Menyemai Tradisi, Menumbuhkan Kreasi”, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan seni budaya, pelaku UMKM, musisi lokal dan masyarakat.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Pasar Desa Bantan Tengah, Sabtu, 23 Agustus 2026 malam, dibuka Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri.
Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan Tari Persembahan dari Sanggar Seni Slaksa. Ratusan masyarakat tampak antusias menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan musik yang disiapkan panitia.
Turut hadir Camat Bantan Aulia Fikri, Penjabat Kepala Desa Bantan Tengah Oki Farhadinata, unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat serta pemuda.
Dalam sambutannya, Johansyah Syafri menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap pelaksanaan Pasar Seni Slaksa yang telah memasuki tahun ketiga.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar panggung hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk melestarikan seni dan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sanggar Slaksa yang telah menggagas dan melaksanakan kegiatan ini,” ujar Johansyah.
Ia menilai tema “Menyemai Tradisi, Menumbuhkan Kreasi” memiliki makna penting karena menggambarkan bagaimana tradisi dan kearifan lokal dapat menjadi dasar untuk melahirkan berbagai kreativitas baru. “Tradisi yang diwarisi dari leluhur adalah benih, sementara kreativitas adalah cara kita membuatnya tetap hidup dan berkembang,” katanya.
Johansyah mengatakan, Pasar Seni Slaksa menjadi salah satu bentuk nyata pengembangan potensi masyarakat desa melalui seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Hal tersebut terlihat dari keterlibatan sekitar 100 lapak UMKM yang menawarkan beragam produk masyarakat, mulai dari kuliner, kerajinan tangan hingga berbagai hasil kreativitas lainnya. “Semua ini bukan hanya untuk dipajang, tetapi untuk dikenal, dinikmati, dibeli dan semakin berkembang hingga mampu menembus pasar yang lebih luas,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga menjadi wadah masyarakat untuk mengembangkan potensi sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. “Teruslah berkarya, teruslah berinovasi dan jangan pernah ragu mengangkat kekhasan daerah kita. Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan selalu mendukung langkah masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Camat Bantan Aulia Fikri mengapresiasi inisiatif pemuda Desa Bantan Tengah yang mampu menghadirkan kegiatan seni dan budaya di tengah masyarakat.
Menurutnya, Pasar Seni Slaksa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi wadah nyata untuk menyalurkan bakat, hobi dan kreativitas masyarakat. “Kegiatan seperti ini tidak hanya seremonial, tetapi merupakan tindakan nyata untuk mewadahi keahlian dan hobi masyarakat melalui kegiatan seni,” ujar Aulia, Senin, 24 Agustus 2026.
Ia menilai Desa Bantan Tengah memiliki masyarakat yang kreatif dan kompak. Hal itu terlihat dari berbagai kegiatan yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama, baik kegiatan seni, keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Aulia berharap Pasar Seni Slaksa dapat menjadi agenda tahunan dan terus berkembang sebagai ruang promosi seni budaya sekaligus potensi ekonomi masyarakat Kecamatan Bantan. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya. Apalagi momentumnya berdekatan dengan HUT ke-81 Republik Indonesia, sehingga menjadi ruang bagi para pemuda untuk berkreasi dan memperkenalkan seni budaya kepada masyarakat luas,” katanya.
Ketua Panitia sekaligus Ketua sanggar Slaksa Bantan Tengah, Syaibatul Hamdi, mengatakan Pasar Seni Slaksa 2026 terlaksana secara swadaya melalui kerja sama Sanggar Slaksa dengan Ikatan Pemuda-Pemudi Pasar Desa Bantan Tengah.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kerja keras panitia serta dukungan dari donatur, sponsor dan masyarakat Desa Bantan Tengah. “Apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan, baik dalam penyambutan, pelayanan maupun teknis pelaksanaan, tentunya menjadi evaluasi bagi kami ke depan,” ujarnya.
Syaibatul menjelaskan, Pasar Seni Slaksa tahun ini tidak hanya menghadirkan pentas seni, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM dari Desa Bantan Tengah dan daerah lainnya. "Kegiatan ini tidak hanya tentang pentas seni. Alhamdulillah, hari ini kami juga menghadirkan para pelaku UMKM sehingga menjadi ruang silaturahmi dan kreativitas,” katanya.
Berbagai pertunjukan seni turut memeriahkan malam pembukaan, di antaranya penampilan Sanggar Fay Entertainment, Sanggar Seni Melayu Setaman, Sanggar Slaksa, seni dari Suku Akit serta Sanggar Renjana.
Suasana semakin semarak dengan penampilan dua band lokal Bengkalis, yakni Band Semalam Sore dan Anarva, yang menghibur masyarakat hingga malam. Selain pertunjukan seni dan musik, panitia juga menghadirkan sekitar 100 lapak UMKM sebagai ruang promosi dan pemasaran produk masyarakat.
Rangkaian Pasar Seni Slaksa 2026 masih berlanjut. Pada Ahad pagi, panitia menjadwalkan senam dan jalan santai di Lapangan Pasar Desa Bantan Tengah. Sementara pada malam harinya kembali digelar pentas seni.
Syaibatul berharap Pasar Seni Slaksa dapat terus berkembang sebagai ruang silaturahmi, kreativitas sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. “Pasar Seni Slaksa menjadi ruang silaturahmi dan kreativitas yang mempertemukan pelaku seni dan UMKM. Ini menjadi bukti bahwa semangat berkesenian, berkreativitas dan menggerakkan ekonomi masyarakat dapat tumbuh melalui kebersamaan,” tuturnya.
Kesuksesan pelaksanaan kegiatan tersebut turut mendapat dukungan mahasiswa KKM ISNJ Bantan Tengah dan KKN UIN Suska Riau yang ikut terlibat dalam mendukung Pasar Seni Slaksa 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....