Puan Sanjungan Negeri dan Gaung Lajang Melayu Meriahkan Kenduri Adat
- 26 Jul 2026 17:36 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Rangkaian Sepekan Kenduri Adat sempena Hari Jadi ke-514 Bengkalis menghadirkan agenda budaya Puan Sanjungan Negeri dan Gaung Lajang Melayu yang dilaksanakan pada Minggu malam 26 Juli 2026 mulai pukul 20.00 WIB di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Jalan Pramuka, Air Putih.
Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi bagi pelaku seni dan generasi muda dalam menampilkan kreativitas budaya Melayu, baik melalui seni tari maupun musik. Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian Sepekan Kenduri Adat yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-514 Bengkalis.
Ketua Panitia Pelaksana Sepekan Kenduri Adat, Suhaimi, dan juga selaku anggota Pengurus LAMR Kabupaten Bnegkalis mengatakan kegiatan Gaung Lajang Melayu dan Puan Sanjungan Negeri memiliki pesan budaya yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Melayu.
Menurut Suhaimi, Gaung Lajang Melayu menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan semangat kemelayuan melalui karya seni musik.
"Gaung Lajang Melayu merupakan ruang untuk melampiaskan geram kemelayuan dalam arti positif, yakni bagaimana semangat dan kecintaan terhadap budaya Melayu dituangkan melalui kreativitas seni. Dalam kegiatan ini, sejumlah grup band tempatan akan tampil membawakan karya-karya musik yang menjadi bagian dari ekspresi anak muda Melayu," ujar Suhaimi.
Sementara itu, Suhaimi menjelaskan, Puan Sanjungan Negeri menampilkan perempuan-perempuan berprestasi yang memiliki kontribusi dalam pengembangan seni budaya Melayu.
Beberapa penampilan yang dijadwalkan dalam kegiatan tersebut di antaranya Sanggar Sri Junjungan, yang pernah meraih Juara I tingkat Provinsi Riau, dengan menampilkan Tari Zapin Bismillah. Kemudian, Sanggar IAIN Datuk Laksamana Bengkalis membawakan karya tari berjudul "Lempok", serta Sanggar Batin Sembilan yang pernah meraih Juara I lomba tari di Malaka, Malaysia, turut mempersembahkan penampilan budaya terbaiknya.
Suhaimi berharap kegiatan budaya seperti ini dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kreativitas sekaligus menjaga keberlanjutan budaya Melayu.
"Kami berharap generasi muda Bengkalis terus memiliki semangat untuk berkarya dan mencintai budaya daerah. Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan dengan menjaga tradisi yang ada, tetapi juga melalui kreativitas dan inovasi agar budaya Melayu tetap hidup dan relevan bagi generasi berikutnya," katanya.
Sepekan Kenduri Adat menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Jadi ke-514 Bengkalis. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk mengenal, mengapresiasi, dan ikut menjaga warisan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....